Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bursa Asia Pesta Lagi, Saham di Korea Naik 1,33 Persen

Pasar saham di lima negara Asia kompak mengalami penguatan dibandingkan dengan kemarin.
Bursa Saham Korea Selatan./ Seong Joon Cho - Bloomberg
Bursa Saham Korea Selatan./ Seong Joon Cho - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas pasar saham di Asia mencatat kenaikan pada penutupan perdagangan menyusul hasil di pasar Amerika Serikat yang kembali mencatatkan rekor kenaikan harian tertinggi.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (2/9/2020), indeks Kospi Korea Selatan melanjutkan tren penguatan dan ditutup pada posisi 2.395,90 atau naik 1,33 persen. Menyusul dibelakangnya adalah indeks S&P/ASX 200 Australia yang naik 0,81 persen dan parkir di posisi 6.112,60.

Tren positif juga terjadi pada pasar Jepang dimana indeks Topix ditutup menghijau 0,48 persen di posisi 1.631,24. Adapun indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng Hong Kong mengalami koreksi masing-masing sebesar 0,77 persen dan 0,89 persen.

Reli pasar global yang mendorong indeks-indeks acuan dunia mencatat rekor ditopang oleh optimisme pelaku pasar terhadap  prospek saham. Mereka meyakini banjir likuiditas dari bank sentral juga akan masuk ke pasar modal.

Sementara itu, kenaikan indeks di AS yang ditopang oleh saham-saham non teknologi juga memberikan sinyal positif bahwa adanya pemulihan ekonomi yang lebih merata dari pandemi virus corona. Saham-saham perusahaan teknologi pada perdagangan hari ini, seperti Apple, Tesla, dan Zoom mengalami penurunan.

“Saat ini tengah terjadi sedikit aksi profit taking pada sektor teknologi seiring para investor tengah mengatur kembali portofolio investasinya. Mereka mulai kembali ke pola investasi sebelum pandemi seiring dengan tren kenaikan ini,” jelas Ann Berry, Partner di Cornell Capital LLC.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control an Prevention/CDC) telah mengumumkan kepada seluruh negara bagian di AS untuk bersiap menerima vaksin virus corona pada 1 November, beberapa hari sebelum pemilu presiden AS bergulir.

Meski demikian, pakar penyakit menular Anthony Fauci juga mengingatkan potensi lonjakan kasus positif virus corona yang akan datang dari hari libur panjang di Negeri Paman Sam.

“Pasar terus menunjukkan keyakinan yang tinggi terhadap kapasitas likuiditas bank sentral untuk merancang jalan yang mulus menuju pemulihan ekonomi dari pandemi virus corona,” ujar Stephen Miller, Investment Strategist GSFM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper