Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembangan Jaringan, Indoritel (DNET) Pakai Capex Rp300 Miliar

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) mengalokasikan belanja modal Rp600 miliar pada 2020.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  13:59 WIB
Presiden Direktur PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. Haliman Kustedjo (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Kiki Yanto Gunawan (dari kiri), Direktur Yunal Wijaya dan Direktur Harjono Wreksoremboko, usai RUPS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Presiden Direktur PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. Haliman Kustedjo (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Kiki Yanto Gunawan (dari kiri), Direktur Yunal Wijaya dan Direktur Harjono Wreksoremboko, usai RUPS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) menyatakan telah menggunakan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp300 miliar hingga paruh pertama tahun 2020.

Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahaan Indoritel Makmur Internasional Kiki Yanto Gunawan mengatakan angka tersebut setara dengan 50 persen dari target belanja modal pada tahun ini.

“Sampai akhir tahun akan ada tambahan lagi Rp300 miliar, sehingga total tahun ini capex adalah Rp600 miliar yang seluruhnya akan dipakai oleh MAP (PT Mega Akses Persada) dalam mengembangkan jaringan pita lebar,” ungkapnya dalam paparan publik virtual perseroan di Jakarta pada Senin (31/8/2020).

MAP atau FiberStar adalah entitas anak perseroan yang berfokus pada jaringan serat optik pita lebar yang telah menjangkau 17 provinsi, 103 kita dan kabupaten dengan panjang gelaran mencapai 17.661 kilometer pada tahun 2019.

Jumlah sambungan pelanggan per akhir Desember 2019 mencapai 66.976 dan ditargetkan akan bertambah 100.000 sambungan pelanggan hingga akhir tahun 2020. Perseroan juga menargetkan pertumbuhan 50 persen gelaran kabel untuk mencapai 564.000 homepass pada tahun 2020 ini.

Pandemi Covid-19 dianggap mendorong peningkatan permintaan dari pelanggan residensial dibuktikan dengan adanya peningkatan pendapatan sebesar 125,8 persen dalam enam bulan pertama tahun 2020.

Direktur Utama Indoritel Makmur Internasional Haliman Kustedjo mengatakan MAP memang mendapatkan dorongan permintaan dari banyaknya pekerja kerah putih (white collar) yang bekerja dari rumah selama masa pandemi Covid-19.

Di sisi lain, manajemen menyatakan entitas asosiasi yakni PT Indomarco Prismatama atau Indomaret sudah melakukan ekspansi berupa pembukaan toko net bersih sekitar 400 gerai.

“Pada semester kedua ini, kami mengharapkan menambah sekitar 200 sampai 300 toko lagi dan kemungkinan lebihnya tergantung dari perkembangan pandemi Covid-19,” tutup Haliman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja modal grup salim indoritel makmur
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top