Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

MNC Investama (BHIT) Optimis Rencana Restrukturisasi Utang Bakal Mulus

Hampir 70 persen pemegang obligasi global MNC Investama (BHIT) telah menyataka setuju untuk mengkonversi utang menjadi saham.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibja. Bisnis/Himawan L Nugraha
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibja. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT MNC Investama Tbk. (BHIT) optimistis rencana restrukturisasi obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat senilai US$231 juta bakal berjalan mulus.

Direktur Utama MNC Investama Darma Putra mengatakan sejauh ini mereka telah beberapa kali menggelar dialog dengan para pemegang obligasi tersebut dan menurutnya hampir 70 persen telah menyetujui.

“Kita sudah bicara dengan pemegang obligasi, hampir US$150 sudah disepakati [untuk konversi] berarti itu sekitar 70 persenan. Semua kelihatannya hampir mendekat,” ujarnya saat paparan publik, Selasa (18/8/2020).

Darma menargetkan untuk mendapat persetujuan sekitar 5 persen lagi dari total obligasi. Dia meyakini kesepakatan dengan para pemegang obligasi akan segera tercapai dalam waktu dekat.

“Nanti tinggal menentukan harga sahamnya aja. Sekarang harga saham BHIT kan Rp50, book value kita 200, kita cari harga yang paling bisa diterima,” imbuh Darma

Menurutnya, dengan konversi obligasi menjadi saham tersebut, kewajiban utang perseroan akan menyusut secara signifikan. Dia mengharapkan hal ini juga dapat mengerek harga saham perseroan yang saat ini berada di level Rp50 per saham.

Darma menilai posisi utang yang terbilang besar menjadi salah satu faktor yang membuat persepsi pasar terhadap perseroan kurang baik sehingga harga saham BHIT terpaksa “nyangkut” di level Rp50 per saham.

“Padahal book value kita per 31 Desember 2019 itu sekitar 200, tapi mungkin orang masih lihat utang MNC Group di level sangat tinggi.[…] Kita juga nggak tahu kenapa diasumsikan tinggi padahal debt to equity ratio kita rendah di 0,53x,” tutur Darma.

Sebelumnya, berdasarkan pemberitaan Bloomberg pada Selasa (23/6/2020), Group Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo memperkirakan sebagian dari total obligasi senilai US$231 juta yang diterbitkan sudah dapat dibeli pada Oktober mendatang.

“Dengan pandemi virus corona, harga obligasi berdenominasi dolar AS mengalami penurunan. Kami belum membicarakan ini dengan para pemegang obligasi, tetapi kami mungkin dapat membeli kembali sebagian obligasi pada harga yang disepakati, karena melakukan buyback 100 persen hampir tidak mungkin,” jelasnya.

Dana untuk melakukan buyback  kemungkinan akan berasal dari para pemegang saham atau melalui capital call. Hary mengatakan, pada pembicaraan tingkat awal, sekitar 60 persen hingga 70 persen pemilik saham menyatakan dukungannya terhadap rencana ini.

Selain itu, MNC juga berupaya mengurangi paparan negatif utang-utang ini pada anak usaha. Sebelumnya, MNC juga telah berusaha untuk melakukan penundaan pembayaran utang dari obligasi ini. 

Hary melanjutkan, pihaknya telah merencanakan sejumlah penyesuaian untuk menghadapi pandemi virus corona serta menghentikan kegiatan investasi baru. Menurutnya, struktur modal yang kuat amat penting untuk menghadapi kondisi ketidakpastian seperti sekarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper