Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tesla Inc Umumkan Stock Split, Lebih Murah bagi Investor Individu

Saham Tesla telah melonjak empat kali lipat sejak Maret. Adapun, langkah stock split ini bertujuan agar investor individu memiliki kesempatan lebih besar untuk membeli saham.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  19:18 WIB
Tesla Cybertruck, mobil listrik double cabin yang tahan peluru -  Tesla
Tesla Cybertruck, mobil listrik double cabin yang tahan peluru - Tesla

Bisnis.com, JAKARTA - Tesla Inc. melakukan stock split atau pecah saham dengan rasio 5:1. Dengan langkah ini, saham Tesla akan menjadi lebih murah bagi investor individu.

Dilansir dari Bloomberg, produsen mobil listrik tersebut menyatakan setiap pemegang saham tercatat pada 21 Agustus akan menerima dividen dari empat saham tambahan biasa untuk masing-masing yang mereka miliki.

Saham Tesla telah menguat empat kali lipat sejak Maret dan ditutup di atas US$1.600 bulan lalu. Sebelum dimulainya perdagangan reguler Rabu (12/8/2020), saham telah naik 7 persen. 

Adapun, langkah stock split ini bertujuan untuk memanfaatkan dan mendukung lonjakan Tesla baru-baru ini. Kapitalisasi pasar Tesla telah melonjak lebih dari US$256 miliar, melebihi nilai gabungan dari Toyota Motor Corp. dan Ford Motor Co.

Reli besar-besaran Tesla telah membuat harga saham di luar jangkauan bagi beberapa investor ritel kecil seperti industri mobil listrik (EV).

"Pada saat minat terhadap saham dan kisah EV secara keseluruhan terus mendapatkan momentum, saya pikir ini adalah langkah yang cerdas," kata Analis Wedbush Dan Ives seperti dikutip Bloomberg, Rabu (12/8/2020).

Ives menilai langkah Tesla mengikuti Apple Inc. Hal tersebut juga akan ditiru oleh perusahan teknologi lainnya.

Sebelumnya, Apple mengumumkan stock split dengan rasio 4:1 setelah penutupan perdagangan 30 Juli dan pedagang ritel telah bertaruh untuk keuntungan lebih lanjut. Tesla akan memulai perdagangan dengan rasio saham baru ini pada 31 Agustus mendatang.

Tesla telah menjadi saham favorit para day trader dan investor retail lainnya belakangan ini. Bulan lalu, hampir 40.000 pemegang akun Robinhood menambahkan saham produsen mobil ini dalam rentang empat jam.

Lonjakan tersebut telah menjadi keuntungan bagi perusahaan mobil listrik lainnya. Bahkan, beberapa di antaranya belum benar-benar memproduksi kendaraan.

“Pemecahan saham adalah pengakuan atas fakta bahwa pasar semakin dipengaruhi oleh investor individu, termasuk mereka yang ingin mendapatkan eksposur ke transportasi generasi mendatang,” Ben Kallo, Analis Robert W. Baird.

Keuntungan Tesla sebagian didorong oleh spekulasi bahwa perusahaan kemungkinan akan bergabung dengan S&P 500. Itu akan membuat saham menjadi dana yang harus dibeli untuk reksa dana dan dana yang diperdagangkan di bursa.

Kendati begitu, waktu stock split mungkin mengejutkan bagi pengikut akun Twitter CEO Tesla Elon Musk. Ketika ditanya pada 30 Juni apakah dia berencana memecah saham Tesla, Elon mengatakan hal tersebut layak untuk didiskusikan pada pertemuan tahunan perusahaan pada 22 September.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik stock split tesla
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top