Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kamus Bursa: Mengenal Istilah Trading Halt

Mulai 11 Maret 2020, Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan trading halt selama 30 menit diberlakukan jika IHSG turun hingga 5 persen.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  16:50 WIB
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Trading halt adalah penghentian perdagangan selama 30 menit karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun dalam batas tertentu.

Mulai 11 Maret 2020, Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan trading halt selama 30 menit diberlakukan jika IHSG turun hingga 5 persen. Hal tersebut bertujuan agar pasar saham rehat sejenak dan melakukan perhitungan, sekaligus mencegah kejatuhan lebih dalam.

Sebelumnya, dalam Surat Keputusan Direksi BEI nomor KEp-00366/BEI/05-2012 mengenai Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di BEI dalam Kondisi Darurat, dijelaskan trading halt berlaku jika IHSG turun dalam batas 10 persen.

Dalam poin 111.3.8., disebutkan bila terjadi kepanikan pasar dalam melakukan transaksi jual dan atau beli sehingga mengakibatkan IHSG mengalami penurunan yang sangat tajam 10 persen, maka terjadi trading halt 30 menit.

Selanjutnya, jika selanjutnya IHSG anjlok 15 persen, maka BEI memberlakukan trading suspend setekah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (kini OJK).

Sejak pemberlakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan selama 30 menit pada 11 Maret 2020, tercatat perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah mengalami trading halt sebanyak 6 kali.

Seluruh trading halt tersebut terjadi hanya di sepanjang Maret 2020, ketika IHSG sedang berada di level terbawah.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan penerapan kebijakan trading halt cukup berhasil menahan harga saham tidak turun lebih dalam karena adanya panic selling atau tekanan jual oleh para investor.

Menurutnya, kebijakan ini memberi waktu bagi investor untuk lebih rasional mencermati perkembangan pasar.

“Hal ini terlihat setelah auto halting 30 menit, IHSG tidak turun lebih dalam bahkan di beberapa hari justru berbalik menjadi lebih baik atau mengalami kenaikan,” paparnya.

Lantas, sampai kapan skema trading halt bila IHSG turun 5 persen diterapkan?

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengatakan belum akan mengubah sejumlah kebijakan yang dikeluarkan di tengah penyebaran pandemi Covid-19.

“Nanti akan dikembalikan apabila keadaan dianggap normal. Saat ini belum. Jadi, masih berlaku sampai pengumuman berikutnya,” jelasnya kepada Bisnis, Rabu (20/5/2020).

Oleh karena itu, sampai saat ini trading halt yang berlaku adalah jika IHSG turun 5 persen, bukan seperti di peraturan sebelumnya sebesar 10 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia OJK trading halt
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top