Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Dibuka Menguat, Saham BUMN Farmasi Kembali Melesat

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,41 persen atau 21,06 poin menjadi 5.148,11. Sejumlah saham yang menjadi pendorong ialah PT Kimia Farma Tbk. (KAEF), PT Indofarma Tbk. (INAF), dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  09:04 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (6/8/2020).

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,41 persen atau 21,06 poin menjadi 5.148,11. Sejumlah saham yang menjadi pendorong ialah PT Kimia Farma Tbk. (KAEF), PT Indofarma Tbk. (INAF), dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).

Ketiga saham itu naik masing-masing 7,02 persen ke Rp3.050, 5,26 persen ke Rp3.000, dan 2,78 persen ke Rp148.

Dalam laporan hariannya, Tim Riset MNC Sekuritas mengatakan, pergerakan IHSG pada Rabu (5/8/2020) menguat sebesar 1 persen ke 5.127 dengan volume perdagangan yang cukup tinggi.

Pada perdagangan hari ini, Kamis (6/8/2020), MNC Sekuritas mengatakan pergerakan IHSG masih akan cenderung menguat terlebih dahulu. Namun, apabila IHSG belum mampu menembus level resistance pada 5.162, IHSG akan kembali terkoreksi.

“Selama IHSG belum mampu menembus resistance tersebut, maka IHSG masih rentan terkoreksi 4.809-4.900 atau idealnya ke arah 4.680-4.730 sebagai target koreksi dari wave [c] dari wave 4 pada skenario biru atau wave B pada skenario merah,” demikian kutipan riset tersebut.

Level support IHSG yang ditetapkan MNC Sekuritas hari ini berada di level 4.977 dan 5.080 sementara resistance pada kisaran 5.150, hingga 5.162.

Sementara itu, Bursa saham di Asia kembali dibuka bervariasi ditengah kabar positif terkait pengembangan vaksin virus corona dan spekulasi pembahasan paket stimulus fiskal lanjutan di Amerika Serikat.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (6/8/2020), indeks Kospi Korea Selatan memimpin pergerakan di wilayah Asia dengan kenaikan 0,8 persen dari posisi penutupan kemarin. Menyusul di belakangnya adalah indeks S&P/ASX 200 Australia yang juga dibuka di zona hijau setelah menguat 0,3 persen.

Di sisi lain, indeks Topix Jepang membuka sesi perdagangan dengan negatif setelah terkoreksi 0,4 persen. Adapun pasar berjangka S&P 500 terpantau stagnan hingga pukul 09.05 waktu Tokyo, jepang setelah naik 0,6 persen pada Rabu lalu.

Investor terus mendorong kenaikan pasar global seiring dengan munculnya tekanan kepada Partai Demokrat dan Republikan untuk segera menyelesaikan paket stimulus fiskal lanjutan Amerika Serikat. Hal ini kian dibutuhkan terutama setelah terjadinya perlambatan gaji pekerja di negara tersebut pada Juli 2020.

Meskipun pasar saham terus menanjak, kenaikan serupa yang terjadi pada aset safe haven seperti emas menandakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap laju pemulihan ekonomi. Mereka pun juga memilih untuk berinvestasi pada komoditas tersebut.

“Pergerakan pasar saham saat ini didorong oleh ekspektasi terhadap munculnya paket stimulus fiskal baru dari AS. Laporan keuangan perusahaan pada kuartal II/2020 juga menjadi penopang pergerakan saham dan membantu menekan kekhawatiran pelaku pasar terhadap pandemi virus corona,” jelas Candice Bangsund, Portfolio Manager of Global Asset Allocation Fiera Capital Corp.

Sementara itu, perlambatan pertumbuhan gaji pekerja di AS pada bulan Juli menandakan pemulihan ekonomi yang melambat karena kenaikan jumlah kasus virus corona.

“Kondisi perekonomian saat ini sedang terhenti, berbanding terbalik dengan pasar modal yang bergerak positif. Tren ini kemungkinan tidak akan berlangsung lebih lama lagi,” ujar CEO Solstein Capital, Nadine Terman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top