Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Newbie di Indeks Saham BUMN, Begini Kinerja KAEF dan SMBR

Kinerja Kimia Farma (KAEF) lebih cemerlang dibandingkan dengan Semen Baturaja. KAEF masih bisa mencetak laba bersih di semester I/2020 sedangkan SMBR menderita kerugian.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  18:16 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com,JAKARTA — Dua penghuni baru alias newbie di indeks saham BUMN mencatat kinerja yang berbeda sepanjang enam bulan 2020. PT Kimia Farma Tbk. masih bisa meraih kenaikan laba sedangkan PT Semen Baturaja Tbk. menderita kerugian

Kimia Farma dan Semen Baturaja menghuni indeks IDXBUMN20 sejak Agustus 2020. Indeks ini berisi 20 emiten dari kalangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan afiliasinya.

Catatan kinerja saham KAEF dan SMBR terbilang mentereng sepanjang periode berjalan 2020. KAEF misalnya, sempat turun ke level terendah tahun ini di posisi Rp580 pada 28 Februari 2020.

Namun, perusahaan farmasi milik negara itu bangkit hingga empat kali lipat dari posisi terendahnya. Harga saham KAEF naik 391,38 persen ke posisi Rp2.850 pada akhir sesi Rabu (5/8/2020).

Pergerakan harga SMBR periode berjalan 2020 juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, harga saham naik 236,42 persen dari posisi terendahnya tahun ini menjadi Rp545 hingga penutupan Rabu (5/8/2020).

Kendati demikian, capaian kinerja keuangan KAEF dan SMBR berbanding terbalik pada semester I/2020. KAEF mampu mencetak pertumbuhan laba bersih sebaliknya SMBR harus berbalik mencetak kerugian.

KAEF melaporkan penjualan Rp4,68 triliun pada semester I/2020. Pencapaian itu naik 3,6 persen dari Rp4,52 triliun periode semester I/2019.Dari situ, KAEF membukukan laba bersih Rp48,57 miliar semester I/2020. Realisasi itu naik 1,7 persen dari Rp47,75 miliar periode yang sama tahun lalu.

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno menjelaskan bahwa penjualan dari produk terkait Covid-19 naik signifikan. Namun, penjualan sektor kosmetik mengalami penurunan sehingga secara total penjualan semester I/2020 masih tumbuh terhadap periode yang sama tahun lalu.

Ganti meyakini kinerja pendapatan masih tumbuh sekitar 5 persen hingga 10 persen secara tahunan 2020. EBITDA diperkirakan tumbuh sekitar 30 persen hingga 40 persen year on year.

“Perseroan merevisi belanja modal periode 2020 menjadi sekitar Rp500 miliar sejalan dengan perkembangan perekonomian baik secara global maupun domestik yang saat ini mengalami perlambatan sebagai dampak dari Covid-19,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (4/8/2020).

Di lain pihak, SMBR mengantongi pendapatan bersih Rp671,82 miliar pada semester I/2020. Pencapaian itu turun 19,39 persen dari Rp833,46 miliar periode yang sama tahun lalu.

Dari situ, perseroan harus mencatatkan rugi bersih Rp137,62 miliar per 30 Juni 2020. Posisi itu berbalik dari keuntungan Rp7,55 miliar pada semester I/2019.

Dalam laporan keuangan semester I/2020, penjualan semen bungkus perseroan turun 10,54 persen yoy menjadi Rp594,89 miliar. Penjualan semen curah tercatat lebih dalam sebesar 57,48 persen secara tahunan menjadi Rp62,85 miliar.

BEI mencatat kinerja Indeks IDXBUMN 20 telah terkoreksi 25,40 persen secara year to date. Koreksi itu lebih dalam atau underperform dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang amblas 18,61 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG BUMN Kinerja Emiten semen baturaja kimia farma
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top