Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang RUPS, Saham Semen Baturaja (SMBR) Menguat 7,4 Persen

Pada perdagangan Rabu (5/8/2020) akhir sesi I, saham SMBR menguat 7,45 persen atau 35 poin menjadi Rp505, setelah bergerak di rentang Rp466 - Rp535.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  13:30 WIB
Petugas Semen Baturaja (Persero) Tbk mengangkut produk semen untuk pengiriman ke Pontianak, Kalimantan Barat. istimewa
Petugas Semen Baturaja (Persero) Tbk mengangkut produk semen untuk pengiriman ke Pontianak, Kalimantan Barat. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Saham BUMN PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR) menguat signifikan menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham pada pukul 14.00 WIB.

Pada perdagangan Rabu (5/8/2020) akhir sesi I, saham SMBR menguat 7,45 persen atau 35 poin menjadi Rp505, setelah bergerak di rentang Rp466 - Rp535.

Saham SMBR menjadi salah satu pendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik tipis 0,17 persen ke posisi 5.083,56, setelah cenderung fluktuasi seiring dengan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Semen Baturaja akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada pukul 14.00 WIB. Salah satu agenda yang menjadi pembahasan ialah penggunaan laba bersih untuk dividen tahun buku 2019.

Berdasarkan catatan Bisnis, dividen pay out ratio SMBR untuk tahun buku 2018 sama dengan dividen pay out ratio tahun buku 2017, yakni 25 persen. Saat itu, manajemen SMBR menyebutkan secara prospektus saat IPO dividen minimal 25 persen dari laba bersih, sehingga pemegang saham mayoritas memutuskan dividen 25 persen.

Adpaun, pemerintah menjadi pemegang saham mayoritas Semen Baturaja dengan porsi kepemilikan 75,5 persen. Selain itu, masyarakat memegang 15,29 persen, dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) 9,19 persen.

Emiten berkode saham SMBR ini membukukan laba bersih sebesar Rp30,07 miliar pada 2019. Perolehan laba ini anjlok 60,47 persen dari laba pada 2018 yang mencapai Rp76,07 miliar.

Salah satu pangkal dari anjloknya kinerja perseroan adalah penjualan yang relatif stagnan. Hal ini terlihat dari pendapatan perseroan yang hanya tumbuh 0,19 persen menjadi Rp1,99 triliun.

Sementara itu, Semen Baturaja mencatatkan rugi bersih lebih dari Rp130 miliar pada semester I/2020.

Menurut laporan keuangan perusahaan yang dirilis pada Kamis (30/7/2020), emiten bersandi saham SMBR tersebut mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih senilai Rp137,62 miliar.

Catatan tersebut berbanding terbalik dengan laba bersih yang diraup SMBR pada semester I/2019 lalu. Kala itu, perusahaan masih mampu mencatkan keuntungan sebesar Rp7,55 miliar.

Kondisi SMBR yang berbalik merugi terjadi seiring dengan penurunan pendapatan perusahaan. Hingga 30 Juni 2020, perusahaan mencatat pemasukan sebesar Rp671,82 miliar atau terkontraksi 19,39 persen dibandingkan dengan penerimaan hingga 30 Juni 2019 lalu di angka Rp833,46 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN dividen semen baturaja
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top