Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Data PMI Picu Asing Lepas Saham Besar-besaran, IHSG Sempat Anjlok 4 Persen

Tepat dua jam setelah pasar dibuka, investor asing tercatat melakukan jual bersih mencapai Rp865,76 miliar.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  11:14 WIB
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Aksi jual bersih asing turut menekan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini. Rilis data manufaktur Indonesia menjadi pemicunya.

Pada perdagangan Senin (3/8/2020) pukul 10.58 WIB, IHSG terpantau melemah 130,82 poin atau 2,55 persen ke level 5017,05. Adapun pada perdagangan pagi ini indeks sempat kembali jebol ke bawah 5.000 dengan rentang pergerakan di antara 5.157,27 — 4.928,46.

Dalam waktu yang sama, aksi jual bersih asing atau net sell mengalir deras. Tepat dua jam setelah pasar dibuka, investor asing tercatat melakukan jual bersih mencapai Rp865,76 miliar di seluruh pasar.

Sejumlah saham big caps menjadi yang paling banyak dilepas asing. BBRI menempati urutan teratas saham yang paling banyak dilego asing dengan net foreign sell Rp339,5,6 miliar. Kemudian ada TLKM dan BBCA yang masing-masing dilepas mencapai nilai Rp167,5 milair dan 135,5 miliar.

Ketiganya juga mengalami koreksi. BBRI terpantau turun 4,11 persen, kemudian TLKM terkoreksi 3,93 persen, dan BBCA melemah 1,68 persen.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan rilis data manufaktur Indonesia atau Purchasing Managers’ Index (PMI) menjadi pemicu aksi jual bersih asing pada perdagangan hari ini.

Pasalnya, berdasarkan data yang diterbitkan pagi ini, indeks PMI Indonesia berada di level 46,9 pada Juli 2020, naik dibandingkan Juni 2020 yang berada pada level 39,1. Namun, level ini masih menunjukkan kontraksi karena masih di bawah level 50.

“Indeks PMI Indonesia yang masih konstraksi memicu net sell besar-besaran di pasar saham,” ungkapnya, Senin (3/8/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top