Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengamat Duga Ada Peran Bandar Saham dalam Kisruh Jouska

Bandar diduga bermain dalam transaksi saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk., saham yang dalam setahun terakhir sudah amblas 84 persen dan menjadi salah satu penyebab keluhan klien Jouska.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  12:05 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat pasar modal menilai ada kemungkinan PT Jouska Finansial Indonesia bermain mata dengan bandar dalam transaksi di pasar saham. Ke depan, Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan lebih selektif dalam menjaring perusahaan yang hendak melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Pengamat pasar modal Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan terdapat kemungkinan Jouska dipengaruhi oleh bandar dalam transaksi pembelian saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk. (LUCK).Dia menambahkan, hal itu diduga menjadi motif perusahaan perencana keuangan itu mendorong kliennya untuk membeli saham LUCK.

"Saya curiga Jouska dipengaruhi atau berhubungan dengan bandar tapi bukan dia yang menjadi bandar. Ada yang lebih besar terutama punya dananya," katanya kepada Bisnis pada Senin malam (27/7/2020).

Budi menambahkan bandar yang dia maksud adalah istilah yang merujuk pada manipulator pasar modal. Bandar, lanjutnya, dapat memanipulasi informasi dan transaksi untuk keuntungan dirinya.

Menurutnya manipulasi yang dilakukan oleh seorang bandar adalah menyebarkan informasi semu dan melakukan transaksi semua menggunakan banyak nominee agar tidak ketahuan. 

"Salah satu strategi yang dilakukan adalah pump and dump. Naikkan tinggi dulu harga sebuah saham sebelum akhirnya dihempaskan," imbuh profesor keuangan dan pasar modal di Universitas Indonesia itu.

Berdasarkan data Bloomberg, sejak IPO saham LUCK bergerak volatil. Saham LUCK mencatat harga tertinggi pada 26 Juli 2020 di level 2.000 atau hampir 10 kali lipat dari harga IPO sejak November 2018. Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, saham LUCK turun 3,10 persen ke level 313.

Terlepas dari volatilitas saham LUCK, Budi menilai pihak Jouska maupun klien memiliki porsi kesalahan masing-masing. Pasalnya, kedua belah pihak melakukan pelanggaran aturan soal kode pin trading yang tidak boleh dikasih ke orang lain. Di sisi lain, saat untung investor akan diam dan mengeluh saat mereka dirugikan.

Budi menambahkan untuk menjadikan pasar modal lebih baik, regulator diharapkan dapat menyaring perusahaan yang ingin penawaran umum atau IPO.

"Mungkin IPO dibuat lebih selektif terutama untuk yg market cap-nya cukup besar. Tidak seperti jumlah IPO bisa 29 emiten di semester 1 kemarin tetapi dana yang diraup hanya sekitar Rp4 triliun," katanya.

Sebelumnya, Founder dan CEO PT Jouska Finansial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno Jouska tidak mengelola dana dari nasabah. Setiap akun investasi, dalam hal ini saham dibuka atas nama pribadi klien. Dia mengatakan klien memiliki akses penuh terhadap setiap aktivitas akun. Setiap dana investasi juga dikirimkan ke rekening dana investor (RDI) atas nama pribadi dan bukan ke rekening perusahaan.

“Jouska tidak memiliki akses terhadap akun tersebut,” jelasnya kepada Bisnis, Rabu (22/7/2020).

Terkait rekomendasi saham LUCK, Aakar menjelaskan  pihaknya memberikan edukasi dan saran kepada klien atas setiap keputusan finansial yang akan diambil.

“Ketika seseorang memutuskan berinvestasi di LUCK, pada masa tersebut [2018-2019], kami melihat bahwa kondisi perusahaan ini secara fundamental dapat dikatakan baik di tengah market yang sideways,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan bursa senantiasa melakukan penelaahan atas pemenuhan persyaratan pencatatan calon Perusahaan Tercatat sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pemantauan juga dilakukan pada aspek lainnya seperti operasional, perizinan, tata kelola, reputasi pengurus dan pemegang saham, serta keberlangsungan usaha calon Perusahaan Tercatat.

Namun, dalam perjalanannya setelah menjadi Perusahaan Tercatat akan selalu terdapat potensi perubahan external environment baik berupa persaingan industri, regulasi, customer behavior, force majeure, serta tantangan lainnya. 

Oleh karena itu, Bursa selalu meminta kepada seluruh Perusahaan Tercatat untuk turut selalu mengembangkan generative intelligence yang dimiliki manajemen dan pengawas Perusahaan Tercatat. 

"Dengan begitu, dalam kondisi pandemi yang penuh tantangan dan dinamis ini Perusahaan Tercatat dapat memanfaatkan berbagai opportunities yang ada serta meningkatkan kreativitas dan inovasi perusahaan," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sentral Mitra Informatika Jouska
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top