Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham LUCK Terus Dibanting Investor Usai Kasus Jouska

Berdasarkan data Bloomberg, hari ini emiten berkode saham LUCK itu terkoreksi tipis 0,62 persen ke posisi Rp320 per saham. Saham perseroan bahkan sempat mententuh level Rp300 sebelum akhirnya rebound.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  18:09 WIB
Jajaran komisaris dan direksi PT Sentral Mitra Informatika Tbk berpose usai pencatatan saham perdana perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), 28 November 2018. - sentral.co.id
Jajaran komisaris dan direksi PT Sentral Mitra Informatika Tbk berpose usai pencatatan saham perdana perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), 28 November 2018. - sentral.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Harga saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk.terus melemah mendekati harga saat masa penawaran usai kasus Jouska mencuat.

Berdasarkan data Bloomberg, hari ini emiten berkode saham LUCK itu terkoreksi tipis 0,62 persen ke posisi Rp320 per saham. Saham perseroan bahkan sempat mententuh level Rp300 sebelum akhirnya rebound.

Semenjak kasus Jouska mencuat harga saham LUCK kerap fluktuatif dengan kecenderungan menurun. Selama sebulan terakhir, emiten distributor printer dan mesin fotokopi itu mencatatkan level terendah di posisi Rp274 per saham.

Nilai itu bahkan lebih kecil daripada harga penawaran umum di posisi Rp286 per saham. Meski demikian bila dihitung selama sebulan terakhir, LUCK masih mengalami penguatan tipis 1,91 persen.

Berdasarkan data Bloomberg, saham LUCK sempat menyentuh level tertinggi Rp2.030 pada tahun lalu. Akan tetapi memasuki 2020, saham LUCK terus merosot dengan dibuka pada level Rp386 pada 2 Januari 2020.

Selain harga saham yang terus merosot, jumlah pemegang saham LUCK juga menurun. Berdasarkan laporan pemegang saham perseroan, pada akhir Juni kemarin pemegang saham perseroan turun menjadi 1.846 orang. Jumlah itu turun sebanyak 111 orang jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 1.957 orang.

Sementara itu selama tahun berjalan jumlah pemegang saham perseroan sudah terkoreksi sebanyak 265 orang. Pasalnya pada akhir tahun lalu, jumlah pemegang saham emiten berkode saham LUCK itu mencapai 2.111 orang.

Namun, jika dibandingkan antara Juni 2020 dengan Juni 2019 terdapat kenaikan jumlah pemegang saham dari posisi 1.192 menjadi 1.846. Meski demikian, pemegang saham pengendali tetap dipegang oleh pendiri perusahan sekaligus Komisaris Utama Caroline Himawati sebesar 29,2 persen.

Sementara itu, saham LUCK masuk dalam pusara polemik antara Jouska dengan para klien. Pasalnya, klien mengalami kerugian karena perusahaan penasehat keuangan itu membelikan saham LUCK.

Di sisi lain, LUCK menunjuk PT Philip Sekuritas Indonesia sebagai underwriter ketika IPO. Pada saat yang sama seluruh klien Jouska membuka rekening dana investor (RDI) di perusahaan sekuritas itu.

Belum lama ini, CEO Jouska Aakar Abyasa menegaskan tidak memiliki afiliasi terhadap Philip Sekuritas Indonesia. Sementara itu, Direktur Utama Philip Sekuritas Indonesia Daniel Teja belum memberikan respon sama sekali.

Bagian hubungan publik perusahaan sekuritas itu hanya mengatakan akan memberikan pernyataan resmi sejak Kamis kemarin. Namun sampai saat ini, pernyataan itu belum kunjung terbit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sentral Mitra Informatika Jouska
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top