Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Acuan Investasi, Saham Baru Indeks LQ45 dan IDX30 Gairahkan Bursa

Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak daftar saham yang masuk ke dalam Indeks LQ45 dan IDX30 yang akan berlaku pada periode perdagangan Agustus 2020 hingga Januari 2021.
M. Nurhadi Pratomo, Dhiany Nadya Utami, Finna U. Ulfah
M. Nurhadi Pratomo, Dhiany Nadya Utami, Finna U. Ulfah - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  06:46 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Komposisi penghuni terbaru indeks LQ45 dan IDX30 diyakini dapat meningkatkan transaksi perdagangan bursa dan mengokohkan posisi indeks.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan komposisi penghuni LQ45 terbaru makin memperkuat posisi indeks sebagai acuan trading oleh banyak investor.

Dia memproyeksi kinerja indeks masih mengalami kenaikan, tecermin dari komposisi anggota konstituen yang terdiri atas saham-saham yang sangat baik.

“Baik dari sisi bisnis maupun fundamental, kami melihat ke depan indeks LQ45 masih akan dipilih oleh pasar sebagian acuan untuk trading,” ujar Nico kepada Bisnis, Minggu (26/7).

Seperti diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak daftar saham yang masuk ke dalam Indeks LQ45 dan IDX30 yang akan berlaku pada periode perdagangan Agustus 2020 hingga Januari 2021.

Kedua indeks itu merupakan kelompok saham yang terdiri atas 45 dan 30 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental baik dan tingkat kepatuhan tinggi.

BEI menambahkan tiga emiten baru ke dalam daftar Indeks LQ45, yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA), dan PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA).

Sebagai gantinya, BEI mendepak PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT).

Untuk IDX30, BEI menambahkan PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR).

Adapun, tiga saham yang keluar dari penghitungan IDX30 yakni PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP).

“Proses evaluasi yang kami lakukan baik kondisi dan aspek kuantitatif, fundamental, maupun historis transaksi dan pola transaksinya dilihat dari periode waktu kondisi terakhir,” jelas Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi kepada Bisnis, Jumat (24/7) malam.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan ketiga saham anggota baru indeks LQ45 sama dengan yang diekspektasi pasar.

Pasalnya, dalam beberapa perdagangan terakhir, saham itu mampu mencatat kenaikan volume perdagangan secara berkala yang dianggap cukup likuid.

Dia menjelaskan, di tengah kenaikan harga emas hingga akhirnya menyentuh rekor baru, MDKA menjadi salah satu emiten yang paling diburu oleh investor. Bahkan, sepanjang tahun berjalan 2020, MDKA telah menguat signifikan hingga 60,28% ketika mayoritas saham lain anjlok dan terjerat di zona merah.

Saham MIKA sebagai salah satu saham sektor healthcare juga menjadi incaran di tengah sentimen pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Sementara itu, SMRA mendapatkan sentimen positif dari penurunan suku bunga acuan yang membuat prospek kinerja menjadi lebih moncer sehingga diperdagangkan banyak investor.

“Ketiga saham ini mencerminkan likuiditas yang baik dan digemari pasar, apalagi sektor konstruksi sudah cukup downtrend, jadi ada yang keluar. Dengan demikian, nantinya secara umum saham-saham indeks LQ45 baru ini akan mampu membuat kinerja IHSG lebih sustainable,” ujar Nafan kepada Bisnis.

Dia mengatakan ketiga saham baru di indeks LQ45 itu dapat membawa manfaat terhadap masing-masing perseroan. Bergabung ke dalam indeks itu dapat mendorong ketiga saham memiliki kapitalisasi pasar yang lebih besar daripada saat ini.

Namun, Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee berpendapat dampak kehadiran sejumlah anggota konstituen baru pada kedua indeks tersebut hanya akan memberikan dampak jangka pendek bagi pergerakan indeks.

“Enggak terlalu signifikan pengaruhnya, tapi cenderung menguntungkan kepada perusahaan yang masuk dalam indeks,” ujarnya kepada Bisnis.

REBALANCING PORTOFOLIO

Sementara itu, manajer investasi bersiap melakukan rebalancing portofolio seiring dengan pergantian beberapa anggota konstituen indeks LQ45 dan IDX30.

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan untuk produk reksa dana yang mengacu pada indeks, tentu mereka akan langsung melakukan perubahan portofolio, yakni dengan membeli saham-saham penghuni baru indeks dan melepas saham anggota yang keluar.

“Pasti akan mengikuti perubahan tersebut untuk reksa dana indeks dan reksa dana aktif yang mengacu pada indeks tersebut,” ujarnya.

Senada, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan akan segera mengubah portofolio sesuai dengan daftar anggota terbaru kedua indeks begitu daftar resmi berlaku.

Namun, untuk reksa dana aktif lainnya, Rudiyanto mengaku belum berencana untuk memasukkan saham-saham tersebut ke dalam portofolio produk berbasis saham karena masih akan mengamati kinerja mereka.

Adapun, untuk proyeksi pergerakan indeks LQ45 dan IDX30 hingga akhir tahun ini, Rudiyanto menyebut keduanya masih bakal menunjukkan tren naik seiring dengan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Pasalnya, komposisi kedua indeks tersebut merupakan saham-saham yang mendominasi pergerakan IHSG sehingga pergerakannya pun akan sejalan. Adapun salah satu satu katalis positifnya adalah berbagai stimulus dari bank sentral di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI lq45 indeks idx30
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top