Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Kokoh di Level 5.145, Rupiah Terkuat di Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit ke zona hijau dan memantapkan pijakannya di atas level 5.100 pada perdagangan hari ini, Kamis (23/7/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  16:12 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit ke zona hijau dan memantapkan pijakannya di atas level 5.100 pada perdagangan hari ini, Kamis (23/7/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup di level 5.145,01 dengan penguatan 0,68 persen atau 34,82 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (23/7/2020), IHSG tergelincir dan berakhir di level 5.110,19 dengan koreksi tipis 0,09 persen atau 4,52 poin.

Indeks terpantau mulai rebound dari zona merah dengan menguat 0,35 persen ke level 5.128,11 pada awal perdagangan Kamis. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG konsisten bergerak positif dalam kisaran 5.110,22 – 5.162,98.

Sebanyak 8 dari 10 sektor pada IHSG ditutup menguat, dipimpin pertambangan (+1,17 persen) dan industri dasar (+0,99 persen). Adapun sektor aneka industri dan pertanian masing-masing terkoreksi 1,54 persen dan 0,09 persen.

Tercatat 229 saham menguat, 187 saham melemah, dan 171 saham berakhir stagnan. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 5,1 persen dan 1,3 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Sementara itu, kurs rupiah berhasil melanjutkan apresiasinya sebesar 70 poin atau 0,48 persen ke level Rp14.580 per dolar AS, penguatan hari ketiga berturut-turut.

Penguatan rupiah pada Kamis kembali membawanya unjuk gigi saat sejumlah mata uang Asia terdepresiasi, seperti won Korea Selatan (-0,19 persen) dan peso Filipina (-0,02 persen).

Bersama IHSG, sejumlah indeks saham di Asia mampu turut menguat antara lain Hang Seng Hong Kong (+0,82 persen), FTSE Bursa Malaysia (+1,16 persen), dan S&P/ASX 200 Australia (+0,32 persen).

Sebaliknya, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing turun 0,24 persen dan 0,04 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan berakhir melemah 0,56 persen setelah ekonominya dilaporkan terkontraksi 2,9 persen pada kuartal II/2020 (yoy).

Namun secara keseluruhan, bursa Asia mampu bergerak ke posisi lebih tinggi di tengah aliran laporan kinerja korporasi dan eskalasi ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia itu.

Saham Unilever NV melonjak sebanyak 8,6 persen setelah penjualan raksasa barang konsumen ini dilaporkan mencatat penurunan lebih kecil dari perkiraan, diikuti saham Tesla yang menguat setelah melaporkan hasil yang melampaui estimasi.

Sementara itu, China dikabarkan dapat membalas perintah AS untuk menutup kantor konsulatnya di Houston dengan menutup konsulat Amerika di Chengdu atau memangkas jumlah staf di kantor Hong Kong.

“Meningkatnya ketegangan AS-China menjadi pengingat risiko utama yang dihadapi oleh investor selama kampanye pemilu AS mendatang,” ujar Kepala strategi pasar global di AxiCorp. Stephen Innes.

“AS dan China menjadi semakin agresif dalam pandangan mereka tahun ini. Pasar lebih baik terbiasa dengan hal itu karena akan ada lebih banyak yang muncul,” tambahnya, dikutip dari Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top