Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Uji Coba Vaksin Covid-19 Bikin Pede, Investor Domestik Bawa IHSG Rebound

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 1,26 persen ke level 5.111,709 akhir sesi Selasa (21/7/2020). Indeks tancap gas sejak awal sesi dan sempat menyentuh level resistance 5.135,559.
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Investor domestik mendominasi transaksi saham sepanjang sesi perdagangan Selasa (21/7/2020) dan membawa indeks harga saham gabungan parkir di zona hijau.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 1,26 persen ke level 5.111,709 akhir sesi Selasa (21/7/2020). Indeks tancap gas sejak awal sesi dan sempat menyentuh level resistance 5.135,559.

Total nilai transaksi sepanjang sesi perdagangan mencapai Rp9,43 triliun. Investor domestik mendominasi dengan nilai transaksi beli Rp7,1 triliun dan jual Rp7,00 triliun.

Tercatat, sebanyak 267 saham menguat, 169 terkoreksi, dan 150 stagnan. Investor asing membukukan net sell atau jual bersih Rp88,39 miliar di seluruh papan perdagangan.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dilepas asing sekaligus memimpin daftar net sell dengan nilai Rp54,8 miliar. Sebaliknya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menjadi incaran dengan nilai net buy Rp127,7 miliar.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan penguatan IHSG didorong sentimen uji coba vaksin Covid-19 oleh PT Bio Farma (Persero). Kabar itu menjadi angin segar penanggulangan virus corona di Indonesia.

Di sisi lain, Hendriko menilai penguatan harga emas juga mendorong emiten di sektor itu. Kenaikan juga terjadi untuk saham berkapitalisasi pasar jumbo atau big caps perbankan.

“[Investor domestik percaya diri] karena ada potensi dalam penanggulangan penyebaran virus corona yang menjadi akar dari perlambatan ekonomi, khususnya di Indonesia,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (21/7/2020).

Seperti diketahui, Bio Farma kini tengah bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd untuk pengembangan vaksin Covid-19. Sebagai tahap awal uji klinis tahap 3, Bio Farma melaporan sebanyak 2.400 vaksin sudah tiba pada 19 Juli 2020.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan pasar mengapresiasi perkembangan penelitian vaksin Covid-19 yang semakin positif. Selain itu, pelaku pasar juga menyambut baik kesepakatan EU Summit untuk menjalankan program senilai 750 miliar Euro untuk membantu mengatasi perlambatan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper