Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Covid-19 Makin Ganas, Penurunan Peringkat Kredit Diestimasi Berlanjut

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperkirakan penurunan peringkat akan terus berlanjut di paruh kedua 2020. Adapun hingga paruh pertama 2020, Fitch telah menurunkan 60 peringkat obligor di Asia Pasifik
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  12:09 WIB
Logo Fitch Ratings. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperkirakan kemampuan membayar obligor di Asia Pasifik masih akan tertekan seiring dampak Covid-19. - istimewa
Logo Fitch Ratings. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperkirakan kemampuan membayar obligor di Asia Pasifik masih akan tertekan seiring dampak Covid-19. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings melansir penurunan peringkat korporasi di Asia Pasifik meningkat tiga kali lipat dalam 12 bulan terakhir seiring dengan tekanan terhadap kinerja obligor akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan Fitch yang diterima Bisnis, Jumat (17/7/2020), hingga Juni 2020, terdapat 60 penurunan peringkat yang mana 20 di antaranya disebabkan oleh pelemahan likuiditas. 

Sementara itu, 11 penurunan peringkat disebabkan oleh perubahan pasar yang mana pendapatan obligor turun sehingga mempengaruhi produk kredit jangka panjang. Adapun 11 penurunan peringkat lainnya terkait dengan perubahan profil perusahaan induk.

"Kami memperkirakan penurunan peringkat akibat pandemi Covid-19 bakal berlanjut sepanjang paruh kedua 2020 meskipun lebih lambat dibandingkan kuartal II/2020," tulis Fitch. 

Secara khusus di kuartal II/2020, terdapat penurunan 26 penurunan peringkat yang didominasi obligor dengan peringkat investment grade. Adapun penurunan peringkat obligor yang penyandang rating layak investasi terjadi di China. Pemilik ma China Red Star Macalline Group turun kelas menjadi BB+, peringkat dalam klaster spekulatif. Sebelumnya Red Star menyandang peringkat BBB-.

Menurut Fitch, penurunan peringkat terkait erat dengan masalah likuiditas yang menimpa obligor. Hal ini merupakan dampak langsung maupun tidak langsung dari pandemi Covid-19. 

Sebagai gambaran, proporsi perusahaan yang berada dalam prospek negatif atau rating watch negative, dan peringkat CCC+ ke bawah naik menjadi 22 persen pada akhir kuartal II/2020. Persentase itu naik 2 kali lipat dibandingkan dengan posisi akhir 2019 sebesar 11 persen. Sebn

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fitch ratings
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top