Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indofood CBP (ICBP) Bagi Dividen 50 Persen dari Laba

Jumlah dividen yang dibagikan Indofood CBP Sukses Makmur mencapai Rp2,5 triliun atau Rp215 per lembar.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  17:43 WIB
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA – Bersamaan dengan induk usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), emiten konsumer PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) mengumumkan penggunaan laba bersih untuk dividen sebanyak Rp2,5 triliun. Jumlah tersebut setara Rp215 per lembar saham.

Jumlah dividen yang dibagikan setara 49,76 persen dari laba ICBP pada 2019 sebanyak Rp5,04 triliun. Dengan kata lain, rasio pembayaran dividen atau dividend payput ratio (DPR) hampir mencapai 50 persen.

Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang diselenggarakan Rabu (15/7/2020), Direktur Utama dan CEO ICBP Anthoni Salim menyampaikan apresiasinya kepada pemegang saham.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungannya yang telah diberikan. Kami akan mempertahankan momentum pertumbuhan dengan menangkap berbagai peluang ke depannya,” ungkapnya dikutip dari rilis perseroan yang diterima Bisnis, Rabu (15/7/2020).

Berdasarkan data historis pembagian dividen oleh perseroan, ICBP memang selalu membagikan dividen dengan rasio 50 persen. Hal ini berarti selama 9 tahun terakhir, perseroan berkomitmen membagikan rasio pembayaran dividen 50 persen.

Padahal, sebelumnya banyak pelaku pasar dan analis yang sudah memprediksi ICBP akan memangkas rasio pembayaran dividen mengingat produsen Indomie tersebut memiliki rencana untuk mengakuisisi Pinehill Company Limited (PCL) atau Grup Pinehill.

Nilai akuisisi Pinehill sebelumnya disebutkan mencapai US$2,99 miliar atau Rp42,96 triliun (asumsi US$1=Rp14.368). Akuissii tinggal menungu restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar dalam waktu dekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofood dividen
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top