Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

​Mantap! Indofood (INDF) Bagikan Dividen Hampir 50 Persen dari Laba

Dividen yang dibagikan INDF mencapai Rp2,44 triliun atau 49,73 persen dari total laba bersih tahun 2019. 
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  17:00 WIB
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp278 per lembar.

Merujuk pada jumlah saham perseroan yang beredar sebanyak 8,78 miliar, dividen tunai yang dibagikan perseroan adalah sebesar Rp2,44 triliun. Angka tersebut setara dengan rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio (DPR) sebesar 49,73 persen dari total laba bersih tahun 2019. 

Sepanjang 2019, INDF membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 18 persen menjadi Rp4,91 triliun. Perolehan laba ditopang kinerja penjualan yang meningkat 4 persen menjadi Rp76,59 triliun.

Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang diselenggarakan Rabu (15/7/2020), Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim menyampaikan apresiasinya kepada pemegang saham.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan keyakinannya. Kami akan tetap fokus dalam core business kami untuk meningkatkan stakeholder value,” ungkapnya dikutip dari rilis perseroan yang diterima Bisnis, Rabu (15/7/2020).

Berdasarkan data historis pembagian dividen oleh perseroan, INDF konsisten membagikan dividen dengan rasio 50 persen dari laba

Hal ini berarti selama 9 tahun terakhir, perseroan berkomitmen membagikan rasio pembayaran dividen 50 persen meskipun terdapat rencana akuisisi oleh anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) untuk mengakuisisi Pinehill Company Limited (PCL) atau Grup Pinehill.

Nilai akuisisi Pinehill terbilang besar karena mencapai  US$2,99 miliar atau Rp42,96 triliun (asumsi US$1=Rp14.368). Manajemen ICBP sebelumnya menyatakan akuisisi Pinehill akan dibiayai pinjaman perbankan dengan tenor lima tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofood
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top