Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Batu Bara Ini Rambah Pasar Thailand dan Vietnam

Perusahaan tengah berupaya melakukan diversifikasi pasar ke Vietnam, Thailand serta domestik. Pasalnya, beberapa negara tujuan utama ekspor seperti China dan India melakukan lockdown.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  15:45 WIB
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang. - abm/investama.com
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang. - abm/investama.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan PT ABM Investama Tbk. mulai merambah pasar baru karena India dan China melakukan lockdown.

Emiten berkode saham ABMM itu melansir tengah berupaya melakukan diversifikasi pasar ke Vietnam, Thailand serta domestik. Pasalnya, beberapa negara tujuan utama ekspor seperti China dan India melakukan lockdown.

Akibat pandemi Covid-19, perseroan memperkirakan akan ada koreksi pendatan kurang dari 25 persen untuk periode Mei 2020 dibandingkan dengan Mei 2019. Hal ini berujung pada potensi koreksi laba bersih sebesar 75 persen pada periode yang sama.

Maka itu perseroan juga tengah melakukan kajian terkait belanja modal sesuai skala prioritas. “Kami juga menjaga rasio-rasio keuangan dan hubungan hubungan baik dengan para investor dan kreditur dalam menjaga Working Capital,” kata manajemen pada Rabu (15/7/2020).

Selain itu, pada kuartal II/2020, ABMM mengantongi kontrak jasa pertambangan baru senilai Rp348,6 miliar dengan PT Berkat Murah Rejeki.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), ABMM melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama, telah menandatangani kontrak jasa pertambangan dengan PT Berkat Murah Rejeki (PT BMR) pada 15 Juni 2020.

Kontrak tersebut untuk pengerjaan tambang milik PT BMR yang terletak di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan dengan nilai kontrak mencapai Rp348,6 miliar.

“CK akan memberikan jasa penambangan untuk pengupasan lapisan tanah (Overburden Removal) dan penyewaan alat berat, dalam mencapai target volume sekitar 12,6 Juta bank cubic metre (BCM),” tulis Manajamen ABM Investama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abm investama
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top