Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

28 Tahun Swastanisasi BEI, Lihat Pencapaian Apik Pasar Modal

Pada 13 Juli 1992, BEI yang kala itu masih bernama Bursa Efek Jakarta diswastanisasikan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (kini Otoritas Jasa Keuangan).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  11:35 WIB
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2020. Istimewa
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2020. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 tak menyurutkan uforia perayaan hari ulang tahun swastanisasi yang ke-28 PT Bursa Efek Indonesia. Jauh berbeda dibandingkan perayaan pada tahun-tahun sebelumnya di Mainhall BEI, HUT bursa tahun ini dirayakan dengan konsep semi virtual dan terbatas.

Lewat keterangan resmi, Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono menyampaikan perayaan HUT bursa kali ini diselenggarakan dengan konsep semi virtual dan terbatas dengan tetap memperhatikan protocol Kesehatan melalui Microsoft Teams.

“[HUT BEI] diikuti oleh seluruh karyawan BEI dan beberapa undangan stakeholders di bidang pasar modal, meliputi Komisaris dan Direksi BEI dari periode 1992,” tulis Aji, Senin (13/7/2020).

Menengok ke belakang tepatnya pada 13 Juli 1992, BEI yang kala itu masih bernama Bursa Efek Jakarta diswastanisasikan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (kini Otoritas Jasa Keuangan).

Sebelumnya, bursa efek telah diaktifkan kembali oleh Presiden Soeharto pada 10 Agustus 1977 yang ditandai dengan pencatatan perdana saham PT Semen Cibinong Tbk.

Pada periode awal tersebut, perdagangan di bursa efek masih lesu hingga 1987 dengan jumlah perusahaan tercatat sebanyak 24 emiten. Maklum, masyarakat masih terbiasa dengan instrumen perbankan ketimbang produk pasar modal.

Selama 28 terakhir, BEI yang menjadi muka pasar modal Tanah Air sudah berkembang sangat pesat. Hal itu terbukti mulai dari semakin banyak perusahaan yang go public di lantai bursa hingga kepercayaan masyarakat yang masuk menjadi investor.

Dari sisi jumlah perusahaan tercatat, pada tahun ini BEI telah kedatangan 32 emiten baru sehingga total perusahaan Tbk menjadi 697 emiten.

Tahun ini, BEI menargetkan 46 pencatatan efek baru yang terdiri dari efek saham, obligasi, reksa dana ETF (exchange-traded fund), Efek Beragun Aset (EBA), dan lainnya.

Dari target tersebut, BEI telah merealisasikan 41 pencatatan efek baru yang terdiri dari 32 pencatatan efek saham, 1 obligasi, 7 ETF, dan 1 EBA.

Dewan Direksi dan Dewan Komisaris PT Pradiksi Gunatama Tbk., salah satu emiten baru pada 2020.

Peningkatan jumlah emiten pun diikuti oleh pertumbuhan jumlah investor. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor per 30 Juni 2020 tercatat sebanyak 2,92 juta single investor identification (SID). Jumlah tersebut naik 17,55% dari posisi akhir tahun lalu.

Di dalamnya, terdapat investor saham sebanyak 1,23 juta SID dengan pertumbuhan sebesar 12,17% dari akhir 2019.

Kendati jumlah emiten dan investor meningkat, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona merah dengan pelemahan sebesar 20,13% ke level 5.031 secara year-to-date per 10 Juli 2020.

Investor asing juga terus mencatatkan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp16,26 triliun pada saat bersamaan.

Selanjutnya, rata-rata nilai transaksi harian di BEI saat ini tercatat senilai Rp7,65 triliun dan rata-rata volume transaksi per hari sebesar 7,66 juta saham. Adapun frekuensi transaksi harian meningkat 11,23% menjadi 521.000 kali transaksi atau tertinggi se-Asia Tenggara.

Di tengah kondisi pandemi yang tidak memungkinkan BEI melakukan perayaan seperti biasanya di Gedung BEI, salah satu agenda perayaan HUT ke-28 BEI adalah penyerahan donasi karyawan BEI berupa bantuan 1.500 kebutuhan bahan pokok kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Jakarta dan Banten.

Penyerahan donasi tersebut dilakukan secara simbolis dan disaksikan oleh PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. yang menyumbang 27.780 liter minyak goreng melalui program Pasar Modal Peduli Indonesia.

“Bantuan kebutuhan pokok tersebut akan diberikan kepada beberapa pihak yang akan membantu pendistribusian bantuan tersebut tersebut ke masyarakat, yaitu Daarut Tauhiid Peduli Jakarta, Yayasan Ibnu Sina Peduli, LAZISNU Jakarta Pusat, Yayasan Yatim Mandiri Serang, KSPM Galeri Investasi Universitas Pamulang, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Aji.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia pasar modal OJK
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top