Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Modal Vs Pandemi: Minat Investor Baru Tetap Tinggi

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengungkapkan target hingga akhir 2020 investor pasar modal tumbuh 25 persen.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  10:59 WIB
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Jumlah investor baru di pasar modal tetap tumbuh meski di tengah situasi penyebaran pandemi Covid-19. Otoritas PT Bursa Efek Indonesia percaya diri pertumbuhan total penyandang dana anyar mencapai dua digit akhir 2020.

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengungkapkan target hingga akhir 2020 investor pasar modal tumbuh 25 persen. Untuk mencapai realisasi itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi.

Salah satu strategi yang ditempuh oleh BEI yakni dengan mengoptimalkan pendekatan secara daring atau digital. Bursa juga mengupayakan berbagai kemudahan dan aksesibilitas bagi para investor baru.

“Simplifikasi pembukaan rekening efek dan juga dilakukan secara elektronik. Akses di seluruh daerah dengan mengoptimalkan seluruh kantor perwakilan bursa, kantor cabang anggota bursa, dan galeri investasi bursa dan juga komunitas investor yang tersebar di seluruh daerah dan dekat dengan para investor dan calon investor,” paparnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Hasan mengungkapkan beberapa program khusus juga digelar oleh BEI tahun ini seperti 10 days challenge, waktu indonesia berinvestasi, capital market summit and expo (CMSE), Syariah Investment Week (SIW), dan public expose live.

“Total kegiatan kami targetkan tidak kurang dari 5.000 kegiatan di tahun ini,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan jumlah total investor di pasar modal sebanyak 2,92 juta single investor identification (SID) sampai dengan akhir semester I/2020. Jumlah itu menurutnya bertambah sebanyak 436.019 atau naik 17,55 persen dari posisi akhir 2019.

Dari jumlah itu, lanjut dia, total investor saham sebanyak 1,23 juta SID sampai dengan akhir semester I/2020. Bursa mencatat jumlah investor saham bertambah sebanyak 134.445 SID dari jumlah akhir tahun lalu.

“[Investor saham] tumbuh 12,17 persen selama tahun 2020,” ujarnya.

Hasan mengklaim pertumbuhan jumlah investor itu seiring dengan sejumlah strategi yang dilakukan oleh BEI dan mitra yakni anggota bursa (AB), perusahaan tercatat, manajer investasi, perusahaan, komunitas, serta influencers.

“BEI terus dan semakin aktif dalam melakukan kegiatan edukasi dan inklusi kepada para calon investor maupun investor pasar modal. Selama pembatasan ini kami lakukan edukasi secara online melalui solusi digital, media sosial, dan website bursa,” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa sejauh ini pendekatan solusi digital untuk edukasi dan pembukaan rekening efek serta dana investor baru terbukti efektif dalam menambah jumlah investor di pasar modal dalam negeri.

“Sinergi dengan semua pemangku kepentingan juga membuat hal ini lebih efektif dan informasinya lebih lengkap diterima oleh publik dan investor,” imbuhnya.

Secara terpisah, Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai realisasi pertumbuhan investor sepanjang semester I/2020 cukup menggembirakan. Pasalnya, pencapaian itu diraih ketika berbagai bidang bisnis tengah lesu.

“Diperkirakan [BEI] juga akan mencapai target jumlah investor sampai akhir tahun,” jelasnya.

Aria mengatakan strategi terbaik yang diharapkan oleh masyarakat adalah sosialisasi dan edukasi. Langkah itu menurutnya harus dilakukan ke berbagai segmen.

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal mencapai 2,48 juta pada akhir 2019. Posisi itu naik 53,41 persen dari 1,61 juta akhir 2018.

KSEI mencatat jumlah investor efek naik 29,61 year on year (yoy) pada 2019. Adapun, jumlah investor reksa dana dan surat berharga negara (SBN) naik signifikan masing-masing 78,25 persen dan 61,96 persen secara tahunan.

Data KSEI menunjukkan investor reksa dana mendominasi dengan jumlah 1,77 juta akhir 2019 disusul investor efek 1,10 juta lalu investor SBN 316.263.

Sementara itu, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy juga optimistis target BEI dapat tercapai. Hal itu sejalan dengan realisasi pertumbuhan sampai dengan akhir semester I/2020.

“Hingga akhir tahun, jumlah investor berpotensi naik sampai 20 persen hingga 25 persen sehingga peluang cukup besar untuk mencapai target 25 persen seiring dengan turunnya suku bunga deposito dan obligasi negara ritel," paparnya.

Budi menyarankan agar BEI lebih banyak melakukan edukasi dan sosialisasi. Tujuannya, untuk menjangkau lebih banyak lagi masyarakat kelas menengah, profesional muda, fresh graduate, perguruan tinggi, dan mahasiswa.

“Adakan webinar gratis di kantor pemerintah, swasta, dan kampus mengenai mudahnya buka rekening serta menjadi investor saham langsung,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia investor
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top