Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Transcoal Pacific (TCPI) Pede Kinerja Kembali Normal 2021

Selain fokus mempertahankan kinerja pada 2020, TCPI juga telah mencari alternatif pendapatan selain mengandalkan klien utama perseroan.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  16:24 WIB
Direktur Utama PT Transcoal Pacific Tbk Dirc Richard Talumewo (kanan) di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa (RUPST-LB) di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Direktur Utama PT Transcoal Pacific Tbk Dirc Richard Talumewo (kanan) di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa (RUPST-LB) di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten pelayaran PT Transcoal Pacific Tbk. memproyeksikan kinerja keuangan akan kembali normal pada tahun depan seiring dengan kenaikan volume pengangkutan.

Direktur Utama Transcoal Pacific Dirc Richard memaparkan penyebaran Covid-19 telah berdampak buruk terhadap kondisi perekonomian dan kegiatan usaha secara global. Pendapatan usaha menurutnya akan mengalami penurunan 13 persen secara tahunan pada 2020.

“[Penurunan pendapatan] diakibatkan oleh penurunan volume angkutan sekitar 15 persen hingga 20 persen,” jelasnya dalam paparan publik secara daring pada, Kamis (9/7/2020).

Emiten berkode saham TCPI itu menargetkan pendapatan Rp2,00 triliun pada 2020. Nilai itu lebih rendah dari realisasi Rp2,32 triliun akhir Desember 2019.

Sejalan dengan proyeksi penurunan pendapatan, perseroan menargetkan laba tahun berjalan Rp109 miliar pada 2020. Target itu turun dibandingkan dengan realisasi Rp274 miliar tahun lalu.

Kendati demikian, Dirc menyatakan optimistis untuk prospek kinerja perseroan pada 2021. Pihaknya meyakini pencapaian akan kembali normal.

“Volume pengangkutan akan mengalami kenaikan dan otomatis akan mendorong kenaikan pendapatan usaha setiap tahunnya secara signifikan menjadi Rp3 triliun pada 2021 hingga Rp4,3 triliun pada 2024,” paparnya.

TCPI memproyeksikan volume pengangkutan 44,50 juta metrik ton (MT) pada 2020. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan realisasi 54,80 juta MT tahun lalu.

Namun, perseroan percaya diri menargetkan volume pengangkutan hingga 59,2 juta MT pada 2021. Bahkan, volume pengangkutan ditargetkan mencapai 66,2 juta MT tahun berikutnya.

Dirc mengatakan perseroan akan fokus mempertahankan kinerja pada 2020. TCPI juga telah mencari alternatif pendapatan selain mengandalkan klien utama perseroan.

“Kami sudah mencari alternatif lain seperti kontrak spot maupun angkutan lain di luar batu bara. Ini yang kami lakukan supaya dampak Covid-19 tidak terlalu besar," imbuhnya.

Sebagai gambaran, volume pengangkutan perseroan mencapai 55,14 juta ton pada 2019. Kontribusi terbesar dari transportasi batu bara sebanyak 37,68 juta ton dan lainnya 17,45 juta ton. 

Sementara itu, Direktur Keuangan Transcoal Pacific Amril mengatakan pembelanjaan barang modal sekitar US$50 juta pada 2021. Jumlah itu menurutnya akan mengalami kenaikan secara bertahap hingga 2024.

“Dengan pembelanjaan barang modal secara bertahap hingga 2024 diharapkan rasio armada milik dan armada sewa yang dioperasikan oleh perseroan saat ini 30:70 berubah menjadi 70:30,” tuturnya.

TCPI berencana menambah kapasitas alat produksi pada 2021. Perseroan akan membeli satu unit floating crane, empat unit pusher, barge, serta tiga set tug dan barge tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Transcoal Pacific
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top