Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Balik Riuhnya Kawasan Industri Batang, Adaro (ADRO) Pacu Penyelesaian PLTU BPI

Adaro Power akan fokus untuk menyelesaikan pembangunan proyek PLTU Batang yang masih dalam tahap konstruksi.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  20:05 WIB
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (Adaro) Garibaldi Thohir (kanan) didampingi Komisaris Independen Adaro Mohammad Effendi saat melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adaro Energy Tbk (IDX: ADRO) Rabu (20/5 - 2020) di kantornya di Jakarta. Istimewa
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (Adaro) Garibaldi Thohir (kanan) didampingi Komisaris Independen Adaro Mohammad Effendi saat melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adaro Energy Tbk (IDX: ADRO) Rabu (20/5 - 2020) di kantornya di Jakarta. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan, PT Adaro Energy Tbk., terus memacu penyelesaian proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bhimasena Power Indonesia atau PLTU Batang agar tetap sesuai target pada tahun ini.

Head of Corporate Communication Division Adaro Energy Febriati Nadira mengatakan bahwa saat ini perseroan melalui entitas usahanya, Adaro Power, akan fokus untuk menyelesaikan pembangunan proyek PLTU Batang yang masih dalam tahap konstruksi.

“Sampai dengan kuartal I/2020, progres konstruksinya sudah mencapai 93,6 persen,” ujar Febriati kepada Bisnis, Rabu (8/7/2020).

Adapun, PLTU itu nantinya akan berkapasitas 2 x 1.000 MW dan akan dikelola oleh PT Bhimasena Power Indonesia (BPI).

Untuk diketahui, PT BPI merupakan perusahaan konsorsium dari Electric Power Development Co., Ltd. (J-Power) dengan komposisi saham 34 persen, PT Adaro Power 34 persen, dan Itochu Corporation (Itochu) sebesar 32 persen.

Setelah beroperasi, PLTU Batang akan membutuhkan sekitar 7 juta hingga 8 juta ton batu bara per tahun, di mana sekitar 60 persen hingga 65 persen akan dipasok dari PT Adaro Indonesia, anak usaha Adaro Energy

Kemudian, nantinya proyek ini akan menjual listrik ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) di bawah Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement – PPA) yang berlaku untuk jangka waktu 25 tahun setelah konstruksi selesai.

Di sisi lain, Febriati menjelaskan bahwa perseroan akan terus berusaha mengembangkan bisnisnya, termasuk dalam rangka mendukung pemerintah untuk mengembangkan pembangkit listrik, termasuk dengan energi baru terbarukan (EBT).

Emiten dengan kode saham ADRO itu mengaku akan terus aktif mencari proyek pembangkit baik di dalam dan luar negeri, melalui partisipasi dalam proses tender, maupun akuisisi.

Adapun, ADRO telah memiliki dua PLTU lainnya yaitu PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) dengan kapasitas 2x30MW yang telah beroperasi sejak 2013 dan PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) dengan kapasitas 2 x 100MW yang telah sukses memulai operasi komersial sejak akhir 2019.

Sementara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan masterplan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang bakal selesai pada pekan ini.

Hal ini terungkap saat Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat menemui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di kantor Kementerian BUMN untuk membahas rencana dan langkah konkretnya.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Ikmal Lukman yang hadir dalam pertemuan menyampaikan setelah kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, BKPM langsung menindaklanjuti arahan Presiden agar pengembangan KIT Batang diselesaikan dalam waktu 6 bulan.

“Kepala BKPM langsung berkoordinasi dengan Menteri BUMN, kementerian/lembaga serta BUMN terkait kemarin. Sudah ada langkah-langkah konkret yang ditetapkan. Minggu ini kami targetkan penyelesaian master plan KIT Batang,” ujar Ikmal, Selasa (7/7/2020).

Penyusunan Masterplan KIT Batang akan dibagi ke dalam 2 tahap pengembangan. Tahap 1 adalah pengembangan 450 hektare lahan, kemudian tahap selanjutnya meliputi keseluruhan wilayah seluas 4.300 hektare.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adaro pltu pltu batang
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top