Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semester II/2020, Emiten Gencar Cari Dana Lewat Obligasi

Sejumlah emiten merencanakan penerbitan obligasi pada semester II/2020 untuk refinancing dan modal kerja.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  19:10 WIB
Antrean kendaraan di gerbang tol Cilandak Utama sebelum memasuki tol Depok-Antasari seksi I di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Antrean kendaraan di gerbang tol Cilandak Utama sebelum memasuki tol Depok-Antasari seksi I di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Sederet emiten tengah mempersiapkan penggalangan dana lewat instrumen obligasi pada semester II/2020. Kebutuhan refinancing dan harapan membaiknya kondisi pasar keuangan paruh kedua tahun ini membuat instrumen surat utang menjadi alternatif.

Berdasarkan data yang dihimpun melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terdapat belasan perusahaan sektor riil yang memiliki obligasi jatuh tempo pada semester II/2020. Total obligasi domestik yang akan jatuh tempo sekitar Rp12,10 triliun sepanjang Juli 2020 hingga Desember 2020.

KSEI mencatat sejumlah surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) juga akan jatuh tempo sepanjang paruh kedua tahun ini. Total MTN yang akan harus dilunasi oleh emiten di sektor riil sekitar Rp3,25 triliun hingga akhir Desember 2020.

Corporate Finance Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) Eka Setya Adrianto mengatakan tengah memproses registrasi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penerbitan obligasi lokal. Pihaknya mengharapkan tahapan itu rampung dalam waktu dekat.

Eka menjelasnkan bahwa obligasi lokal yang diterbitkan di level induk usaha terakhir pada 2014. Saat ini, outstanding obligasi lokal perseroan hanya Rp1 triliun dan akan jatuh tempo pada Oktober 2020.

“Oleh karena itu, perlu menerbitkan obligasi sebagai diversifikasi pendanaan,” jelasnya kepada Bisnis, Rabu (8/7/2020).

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, korporasi tol milik negara itu menyebut akan melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi dengan nilai Rp1 triliun—Rp2 triliun. Langkah itu juga menjadi salah satu bagian upaya perseroan dalam melunasi dua surat utang yang jatuh tempo pada semester II/2020.

Secara terpisah, Direktur Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) Helmy Yusman Santoso juga tengah mempersiapkan penerbitan obligasi. Emisi itu menurutnya akan dikhususkan untuk keperluan refinancing surat utang yang jatuh tempo paruh kedua 2020.

Helmy menilai obligasi merupakan alternatif pendanaan yang efisien. Pihaknya mengharapkan pasar sudah mulai pulih pada semester II/2020.

Cost of fund dari obligasi rupiah juga cukup bagus baik dari sisi emiten maupun investor,” paparnya.

Direktur Keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) Ade Wahyu mengungkapkan rencana menerbitkan obligasi penawaran umum berkelanjutan (PUB) pada semester II/2020. Kontraktor pelat merah itu kini tengah memproses perizinan untuk rencana emisi.

“Perseroan direncanakan akan menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah yang penerbitannya sendiri untuk tahap 1 direncanakan pada kuartal IV/2020,” tuturnya.

Ade mengatakan dana dari penerbitan obligasi akan digunakan digunakan untuk refinancing obligasi komodo. Selain itu, hasil emisi dialokasikan untuk kebutuhan operasional dan investasi perseroan.

“Harapannya pasar keuangan lebih baik semester II/2020 sehingga cost of fund dan daya serap menjadi lebih baik juga,” imbuhnya.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) juga tengah mempersiapkan emisi obligasi. Perseroan akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp300 miliar.

Dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan perseroan, masa penawaran awal untuk Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020 pada 1 Juli 2020 hingga 15 Juli 2020. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) rencananya akan akan dilakukan pada 5 Agustus 2020.

Saat dimintai konfirmasi, Senior Vice President Corporate Secretary Waskita Karya Shastia Hadiarti mengungkapkan tujuan penggunaan dana PUB IV Tahap 1 yakni untuk modal kerja perusahaan dan refinancing.

Momentum penerbitan mempertimbangkan potensi investor yang sudah lebih baik pada semester II/2020 dibandingkan dengan semester I/2020.

Di lain pihak, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menyebut penerbit obligasi pada semester II/2020 masih berpeluang mendapatkan dana sesuai target emisi. Akan tetapi, cost of fund menurutnya akan mengalami kenaikan signifikan.

Ramdhan menyebut penurunan kredit dan penurunan outlook peringkat kredit sejumlah emiten cukup mengganggu pasar. Kebijakan lembaga pemeringkat itu membuat kepercayaan investor terganggu.

Dia memprediksi penerbitan obligasi korporasi akan bersaing dengan instrumen surat utang negara (SUN). Imbal hasil kedua instrumen itu akan bersaing menarik minat pasar.

Kendati demikian, Ramdhan tetap meyakini obligasi korporasi tetap dapat terserap dengan baik. Hal itu sejalan dengan kebutuhan investor dalam menyeimbangkan portofolio dengan mengoleksi surat utang perusahaan.

“Pasar masih akan menyerap obligasi korporasi selama ditunjang empat pilar pasar keuangan yang masih sehat yakni perbankan, dana pensiun, asuransi, dan reksa dana,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN obligasi korporasi aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top