Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Pilar Sejahtera (AISA) Wajib Penuhi Syarat Akhir dari BEI Kalau Tidak Mau Delisting

Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan AISA harus melakukan melakukan public expose insidentil dan menyampaikan laporan harga saham wajar dari penilai yang terdaftar di OJK.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  21:59 WIB
Wartawan menghadiri jumpa pers yang digelar oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food TBK terkait PT Induk Beras Unggul (IBU) pada kasus beras oplosan, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7). - ANTARA/Muhammad Adimaja
Wartawan menghadiri jumpa pers yang digelar oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food TBK terkait PT Induk Beras Unggul (IBU) pada kasus beras oplosan, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia memberikan syarat terakhir kepada Emiten konsumer PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) agar tidak dikeluarkan dari daftar emiten.

Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan AISA harus melakukan melakukan public expose insidentil dan menyampaikan laporan harga saham wajar dari penilai yang terdaftar di OJK.

"Dengan pelaksanaan Public Expose Insidentil dan penyampaian laporan harga saham wajar dari penilai yang independen, Publik akan mendapatkan informasi yang relevan mengenai performa perseroan dan harga wajar saham sebagai dasar pengambilan keputusan investasinya," katanya pada Senin (5/7/2020).

Nyoman mengatakan setelah melakukan kedua syarat tersebut BEI akan mencabut suspensi saham AISA yang telah berlangsung 24 bulan. Sebagaimana diketahui, produsen makan ringan Taro itu terancam ditendang dari daftar perusahaan terbuka pada 5 Juli.

Namun, kata Nyoman, BEI melihat AISA telah menunjukan usaha dengan memenuhi kewajiban non finasial berupa penyampaian laporan keuangan interim dan audited yang berakhir Tahun 2018, Laporan Keuangan interim dan audited yg berakhir 31 Desember 2019.

Perseroan juga telah memenuhi kewajiban administratif kepada Bursa sebelum batas waktu yg telah ditetapkan yaitu 5 Juli 2020.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Tiga Pilar Sejahtera Food Michael H. Hadylaya mengungkapkan bahwa perseroan sudah menyelesaikan kewajibannya dan berterima kasih kepada BEI atas kesempatan yang diberikan kepada perseroan.

“Sudah (selesai kewajiban perseroan). Kita berterima kasih atas support BEI juga, sehingga walaupun pernah ada kendala teknis untuk penyampaian laporan keuangan tapi semua bisa terpenuhi berkat support BEI kepada kami,” ungkap Michael kepada Bisnis, Jumat (3/7/2020).

Menanggapi penyelesaian dokumen oleh perseroan,I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa pihaknya masih meninjau dokumen yang telah diberikan oleh perseroan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia tiga pilar sejahtera food aisa
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top