Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Utang Menggunung, Waskita Karya (WKST) Bakal Jual Konsesi Tol dan Minta PMN

Total utang Waskita Karya mencapai Rp89 triliun. Mayoritas utang ini digunakan untuk proyek investasi perseroan seperti jalan tol.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  18:00 WIB
Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono. - TV Parlemen
Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono. - TV Parlemen

Bisnis.com, JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menyusun sejumlah strategi dari rencana divestasi hingga permohonan tambahan suntikan modal untuk melepaskan diri dari jeratan utang yang menggunung.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan perseroan memiliki total senilai Rp89 triliun sampai dengan tahun depan. Mayoritas utang ini bersumber dari proyek investasi perseroan yang didanai dengan pinjaman.

“Total utang yang kami miliki Rp89 triliun, sampai tahun depan. Tapi ini ada progres yang belum terhitung, termasuk progres dana talangan tanah, hampir 70 persen pengadaan investasi tol ini didanai pinjaman,” katanya.

Di sisi lain total piutang usaha perseroan per Mei 2020 hanya mencapai Rp4,8 triliun, dan tagihan bruto senilai Rp23,5 triliun. Selain itu perseroan memiliki piutang lain-lain senilai Rp8 triliun.

Dia mengharapkan pencairan piutang termasuk dana talangan tanah dan pembayaran proyek dari pemerintah dapat dilakukan segera. Hal ini diharapkan dapat membantu operasional perseroan, khususnya dari manajemen arus kas.

Menurutnya, saat ini posisi kas hasil operasi perseroan berada dalam posisi negatif. Upaya penagihan piutang dan mengubah tagihan bruto menjadi piutang usaha dilakukan pencairan segera dapat dilakukan.

Dia menambahkan salah satu kondisi yang memberatkan perseroan adalah bisnis perseroan di jalan tol. Perseroan memiliki 16 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang sudah beroperasi dan masih merugi.

Oleh karena itu, perseroan masih harus menyuntikan likuiditas kepada BUJT melalui pinjaman maupun suntikan modal. Di sisi lain, kebutuhan investasi perseroan juga masih cukup besar karena sekitar 70 persen dari kontrak yang dikerjakan saat ini adalah pembangunan jalan tol.

Guna menyiasati hal itu, perseroan berupaya melakukan divestasi pada tahun ini. Dia menyatakan bahwa perseroan siap mendivestasikan kepemilikannya di tiga jalan tol, yakni Tol Becak Kayu, Tol Kanci—Pejagan, dan Tol Pejagan—Pemalang. Perseroan juga berencana mengurangi porsi kepemilikannya di Tol Cibitung—Tanjung Priok menjadi minoritas.

“Kami harapkan [divestasi] bisa terlaksana pada tahun ini, sehingga bisa mengembalikan ekuitas yang turun,” ujarnya.

Dia menyatakan perseroan juga tengah mengkaji opsi untuk meminta tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk memperkuat ekuitas perseroan. Per akhir Maret 2020, posisi ekuitas Waskita Karya mencapai Rp27,27 triliun.

“Saat ini kami pikir kami perlu suntikan itu, dan kami akan ajukan itu untuk bantu suntikan PMN,” katanya.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2020, emiten berkode saham WSKT ini memiliki total liabilitas Rp89,09 triliun. Kewajiban ini terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp40,11 triliun, dan liabilitas jangka panjang senilai Rp49,89 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waskita karya
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top