Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

​​Nah Lho, Waskita Karya (WSKT) Tagih Utang Rp6,63 Triliun ke Pemerintah, Apa Saja?

Utang Rp6,63 triliun ini terdiri dari dana talangan pengadaan tanah untuk jalan tol senilai Rp3,71 triliun, biaya dana senilai Rp1 triliun, dan pembayaran atas proyek Light Rail Train (LRT) Palembang senilai Rp1,92 triliun.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  17:33 WIB
Foto aerial proyek pembangunan light rail transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (26/10). LRT Palembang adalah proyek transportasi massal yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Perseroan mengaku pendapatan konstruksi dari proyek ini belum sepenuhnya diterima dari Kementerian Perhubungan. - JIBI/Abdullah Azzam
Foto aerial proyek pembangunan light rail transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (26/10). LRT Palembang adalah proyek transportasi massal yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Perseroan mengaku pendapatan konstruksi dari proyek ini belum sepenuhnya diterima dari Kementerian Perhubungan. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mengharapkan pemerintah dapat membayarkan utang sebesar Rp6,63 triliun agar dapat menjaga likuiditas serta menurunkan posisi liabilitas.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan utang Rp6,63 triliun ini terdiri dari dana talangan pengadaan tanah untuk jalan tol senilai Rp3,71 triliun, biaya dana senilai Rp1 triliun, dan pembayaran atas proyek Light Rail Train (LRT) Palembang senilai Rp1,92 triliun.

Dia menjelaskan bahwa tagihan pengembalian dana talangan tanah dan beban bunga senilai ditujukan kepada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Sementara itu, tagihan LRT Palembang ditujukan kepada Kementerian Perhubungan.

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) milik perseroan menanggung biaya dana dengan beban bunga sekitar 8 persen—9 persen. Adapun, biaya dana yang ditanggung LMAN hanya mencapai 4,25 persen—6 persen mengacu pada suku bunga acuan Bank Indonesia.

Dengan demikian terdapat total selisih biaya dana senilai Rp2,31 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi biaya dana yang dibayarkan LMAN baru mencapai Rp680 miliar. Dengan demikian, outstanding tagihan biaya dana kepada LMAN masih mencapai Rp1 triliun.

“Kalau yang sudah masuk di LMAN, mungkin kita bisa ajukan pembayaran 50 persen—75 persen, sehingga saat verifikasi komplit ini sisanya bisa dibayarkan ini akan membantu kami dari sisi cash flow,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (1/7/2020).

Dia menjelaskan apabila tidak segera mendapatkan pengembalian dana talangan pengadaan lahan, total utang berbunga atau interest bearing debts (IBT) perseroan akan meningkat menjadi Rp56,7 triliun. Adapun, total kewajiban perseroan menjadi Rp78,9 triliun.

Hal itu juga akan memengaruhi current ratio perseroan menjadi 0,86x, dan gearing ratio ke 2,73x. Posisi gearing ratio  tersebut akan kian dekat dengan batas covenant perseroan di level 3x.

Hal ini juga akan membuat kemampuan leverage ekuitas perseroan kian tipis di 0,27x dan posisi rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) naik ke 3,8x.

Sementara itu, dengan pengembalian piutang dana talangan, perseroan memperkirakan dapat meningkatkan ekuitas hingga 0,54x atau sebesar Rp11,6 triliun. Hal ini juga akan menurunkan IBT dan total liabilitas perseroan menjadi Rp52,9 triliun dan Rp75,2 triliun.

Di sisi lain, posisi current ratio dan gearing ratio perseroan akan membaik ke posisi 0,87x dan 2,46x. Adapun, posisi DER akan lebih rendah di kisaran 3,49x. “Jadi besar sekali pengaruh dari pembayaran kami. Itu yang kami harapkan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waskita karya
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top