Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Saham BUMN Ini Paling Aktif Saat IHSG Menguat

Ada tiga saham emiten BUMN yang memimpin volume transaksi saham paling banyak pada hari ini.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  10:46 WIB
Fasilitas terminal dan pengelolaan gas terapung (Floating Storage and Regasification/FSRU) gas alam cair (LNG) Lampung PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Istimewa - PGN
Fasilitas terminal dan pengelolaan gas terapung (Floating Storage and Regasification/FSRU) gas alam cair (LNG) Lampung PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Istimewa - PGN

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan bergerak ke zona hijau pada pembukaan perdagangan Selasa (30/6/2020). Ada tiga emiten BUMN yang memimpin daftar dengan volume transaksi saham paling banyak.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) langsung tancap gas sejak pembukaan perdagangan, Selasa (30/6/2020). Laju indeks menembus level resistance 4.939,840 dan menguat 0,55 persen hingga pukul 09:15 WIB.

Hingga pukul 10.33 WIB, kenaikan IHSG melambat ke 0,42 persen di level 4.922,42. Volume transaksi saham mencapai 3,68 miliar saham dengan nilai Rp2,65 triliun. Sebanyak 204 saham menghijau, 164 terkoreksi, dan 143 stagnan pada awal perdagangan.

Tiga saham yang paling banyak diperdagangkan pagi ini ialah PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) sebanyak 157,1 juta saham, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sejumlah 95,9 juta saham, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) sebesar 80,8 juta saham.

Saham PGAS berhasil menguat 0,87 persen ke Rp1.160, BBTN naik 2,82 persen menuju Rp1.275, sedangkan saham TLKM koreksi 3,46 persen ke Rp3.070. Ketiganya merupakan entitas saham BUMN.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengungkapkan IHSG mendapat dorongan dari sejumlah sentimen positif. Salah satunya kenaikan Dow Jones Industrial Average (DJIA) 2,32 persen dan EIDO 0,17 persen pada sesi Senin (29/6/2020).

Selain itu, Edwin menyorot adanya kenaikan harga komoditas seperti minyak mentah 3,88 persen. Pihaknya menyebut ada kemungkinan window dressing oleh para fund manager pada sesi penutupan kuartal II/2020.

“Kami percaya hal itu dapat mengangkat IHSG di mana pada saat yang sama masih ada banyak saham undervalued yang dapat dibeli secara selektif oleh investor,” ujarnya melalui riset harian, Selasa (30/6/2020).

Dalam riset harian Selasa (30/6/2020), Associate Direktur of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus meliat IHSG berpeluang bergerak variatif. Indeks menurutnya berpotensi menguat dan akan ditradingkan di level 4.835—4.995.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham BUMN
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top