Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Diramal Pulih, Kinerja Reksa Dana Bakal Ikut Bangkit

Pemulihan perekonomian dinilai akan menjadi katalis positif kinerja reksa dana di semester kedua 2020.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  19:51 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA —Sejumlah sentimen diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan industri reksa dana pada semester II/2020.

Direktur Utama BNI Asset Management Reita Farianti mengatakan industri reksadana secara umum bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, semakin cepat pemulihan ekonomi, geliat iklim investasi juga mengalami peningkatan, baik dari sisi nilai investasi maupun jumlah unit penyertaannya. 

“Bahkan dari sisi nilai investasi, karena sifat perilaku investor khususnya di pasar saham adalah forward looking, maka nilai investasi dapat pulih lebih dahulu dibandingkan sektor riil dari perekonomian,” ujar Reita kepada Bisnis, Senin (29/6/2020)

Menurutnya, ada sejumlah katalis yang akan mempengaruhi pergerakan pertumbuhan industri reksa dana pada semester kedua tahun 2020. Dia menyebut salah satunya faktor pemulihan ekonomi dari kembali dibukanya aktivitas ekonomi.

Reita memaparkan estimasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang diproyeksi negatif pada kuartal II/2020 ini akan berbalik menjadi kembali positif di kuartal ketiga dan keempat tahun ini, walaupun tingkat pemulihannya masih dinilai bertahap. 

Dia memprediksi pertumbuhan laba dari emiten di pasar modal yang sebelumnya mengalami mengalami tekanan di dua kuartal akan akan kembali pulih pada kuartal ketiga.

Selain itu, tambahnya, faktor kedua yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan industri adalah faktor stimulus dari bank sentral di beberapa negara. Stimulus dalam bentuk pembelian surat berharga diestimasi akan mengalir ke pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Reita juga menyebut, stimulus moneter, fiskal dan bantuan-bantuan sosial yang dikeluarkan pemerintah juga diharapkan bisa membangkitkan kinerja sektor riil, seperti industri pariwisata dan perhotelan.

Sementara itu, dia juga memproyeksikan reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap memiliki peluang untuk terus naik seiring pemulihan ekonomi. Namun, keduanya tak akan lepas dari volatilitas pergerakan aset dan penurunan nilai investasi

Pasalnya, masih ada beberapa risiko antara lain potensi gelombang kedua, Pemilu AS, trade war dan risiko fiskal dan utang dari besarnya anggaran yang harus dialokasikan oleh Pemerintah untuk membantu pemulihan ekonomi.

Untuk produk BNI AM sendiri, Reita menyebut ada beberapa produk yang dapat menjadi unggulan antara lain BNI30, XBNI (ETF MSCI Indonesia) dan BNI AM Inspiring bagi yang memiliki jangka waktu investasi panjang atau lebih dari 3 tahun.

Sementara bagi Investor yang memiliki jangka waktu investasi yang menengah  dan tingkat risiko medium to high, dapat berinvestasi pada reksadana campuran BNI AM UGM dan bagi investor dengan profil risiko rendah ke moderate, dapat berinvestasi pada Reksadana BNI AM Pendapatan Tetap Makara dan RD BNI AM Pendapatan Tetap ITB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top