Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Komoditas Diproyeksi Rebound pada Semester II/2020

Meski pada awal semester kedua tahun ini masih dibayangi ancaman pandemi gelombang kedua atau second wave, tetapi kondisi terendahnya sudah berhasil dilewati.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  17:37 WIB
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. - mind.id
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. - mind.id

Bisnis.com, JAKARTA — Harga komoditas diproyeksikan mengalami tren penguatan pada paruh kedua tahun ini.

Analis Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan meski pada awal semester kedua tahun ini masih dibayangi ancaman pandemi gelombang kedua atau second wave, tetapi kondisi terendahnya sudah berhasil dilewati.

“Artinya setiap bad news akan dibaca sebagai sudah 'priced in' atau sudah tercermin dari harga anjlok quarter sebelumnya,” tutur Wahyu kepada Bisnis, Minggu (28/6/2020)

Menurutnya, harga saat ini sudah mendekati level terendah khususnya untuk minyak mentah sehingga potensi rebound sangat terbuka lebar. Namun, tetap akan terjadi koreksi karena kondisi ekonomi global masih belum meyakinkan.

“Terburuknya adalah konsolidasi dekat low atau optimisnya, cautious optimism alias rebound terbatas, di mana setiap higher level rentan dihantam koreksi, sebelum mencoba higher lagi,” papar dia.

Adapun hingga akhir tahun nanti dia memproyeksikan harga komoditas dapat menguat 30—70 persen, dengan kenaikan tertinggi (best percentage) bakal dialami oleh emas dan paladium.

Sementara minyak mentah dan nikel akan menguat di level high percentage. Kemudian batu bara, tembaga dan metal di level menengah (middle percentage) serta crude palm oil dan komoditas agrikultur lainnya di level rendah (low percentage).

“Natural gas mungkin yang worst percentage,” imbuh Wahyu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas harga komoditas
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top