Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembelian Ditunda, Industri Minyak Venezuela Kian Suram

Sepanjang 2020 pembelian minyak Reliance dari Venezuela anjlok 46 persen menjadi 117.650 barel per hari seiring dengan turunnya produksi minyak di negara tersebut.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  09:47 WIB
Lapangan umum Los Palos Grandes terlihat kosong di Los Palos Grandes, Caracas, Venezuela, Minggu (15/3/2020). Presiden Venezuela Nicolas Maduro memerintahkan karantina di enam negara bagian dan ibukota mulai Senin untuk memperkuat langkah-langkah penyebaran virus corona di negara ini. Bloomberg - Carlos Becerra
Lapangan umum Los Palos Grandes terlihat kosong di Los Palos Grandes, Caracas, Venezuela, Minggu (15/3/2020). Presiden Venezuela Nicolas Maduro memerintahkan karantina di enam negara bagian dan ibukota mulai Senin untuk memperkuat langkah-langkah penyebaran virus corona di negara ini. Bloomberg - Carlos Becerra

Bisnis.com, JAKARTA – Industri minyak Venezuela kian tertekan menyusul penundaan pembelian minyak dari salah satu perusahaan pemurnian terbesar di India.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (26/6/2020), Reliance Industries Ltd., yang memiliki usaha pemurnian minyak terbesar di dunia menunda pembelian minyak dari Venezuela. Perusahaan tersebut mencakup 25 persen dari total ekspor minyak Venezuela secara keseluruhan.

Data dari Bloomberg menunjukkan, Reliance terakhir kali melakukan pembelian minyak dari Venezuela pada Maret lalu dan menerima pesanannya pada bulan Mei. Sepanjang 2020 pembelian minyak Reliance dari Venezuela juga anjlok 46 persen menjadi 117.650 barel per hari seiring dengan turunnya produksi minyak di negara tersebut.

Langkah penundaan pembelian juga diikuti oleh Nayara Energy Ltd. Perusahaan pemurnian minyak swasta terbesar kedua di dunia itu juga sudah tidak membeli minyak dari Venezuela sejak Maret 2020. Kini, mereka beralih pada produk asal Kanada, Kuwait, dan China.

Hal serupa juga telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pemurnian asal AS, China National Petroleum Corporation, dan juga Rosneft Trading SA juga memutus pasokan minyak dari Venezuela karena sanksi yang diberikan pada sektor perminyakan di Venezuela.

Pada tahun lalu, Reliance kembali melakukan pembelian minyak dari Venezuela untuk pembayaran dalam bentuk diesel, yang tidak melanggar ketentuan sanksi tersebut. Saat ini, Reliance melakukan pembelian minyak dari AS, Kolombia, dan Ekuador.

Adapun, saat ini Venezuela mengirimkan minyak mentah ke negara-negara seperti China, Kuba, Spanyol, dan Italia. Pengiriman ke negara-negara Eropa dilakukan untuk melunasi utang-utang yang dimiliki dan tidak menghasilkan dana yang cukup untuk Venezuela.

Ekspor minyak Venezeula saat ini berada di titik terendah dalam 73 tahun terakhir dan diprediksi akan terkontraksi kian dalam. Pasalnya, sanksi terbaru yang diterapkan melarang dua eksportir minyak mentah utama,Libre Abordo SA de CV dan Schlager Business Group, untuk membeli minyak dari Venezuela.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak minyak venezuela

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top