Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produsen Minyak AS Aktifkan Kembali Rig, Bagaimana Nasib Harga Minyak?

Tiga pemain besar minyak serpihan yakni Continental Resources Inc., EOG Resources Inc. and Parsley Energy Inc. sepakat untuk membuka kembali sumur yang ditutup.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  19:20 WIB
Pengeboran minyak lepas pantai. Bloomberg
Pengeboran minyak lepas pantai. Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Volume produksi minyak serpihan atau shale oil diperkirakan bakal mengikuti tren rebound harga minyak mentah ke level US$40 per barrel setelah terjun bebas selama masa pandemi.

Melansir dari Bloomberg, tiga pemain besar minyak serpihan yakni Continental Resources Inc., EOG Resources Inc. and Parsley Energy Inc. sepakat untuk membuka kembali sumur yang ditutup. Bloomberg mensurvei 5 analis menyebutkan bahwa pembukaan kembali sumur tidak akan berdampak signifikan terhadap industri.

Namun di sisi lain, Opec dan sekutunya seharusnya tidak tenang. Pasalnya, revolusi minyak serpih menjadikan Amerika Serikat sebagai produsen minyak dan gas bumi.

"Tidak ada yang akan menghasilkan uang karena sangat sedikit sumur yang sedang dibangun," kata Bernadette Johnson Vice President Analisis Strategi Enverus pada Kamis (25/6/2020) mengutip dari Bloomberg.

Meskipun demikian, dia memperkirakan produksi minyak serpih bakal mencapai 13 juta barel per hari pada 2023. Bernadette berharap para produsen dapat menekan pengeluaran lebih kecil daripada pendapatan.

Pasalnya industri minyak serpih telah telah membakar modal sekitar US$340 miliar selama 11 tahun terakhir dengan menggunakan uang pinjaman dan ekuitas yang dihimpun dari Wall Street. Sementara hasil akhirnya adalah kapitalisasi pasar stok energi telah 3 persen lebih rendah dari Indeks S&P 500.

Begitu harga minyak mulai jatuh pada bulan Maret, produsen minyak serpih dengan cepat memangkas segala sesuatu mulai dari rig pengeboran, jumlah pekerja dan jet pribadi. Sekitar produksi 1,75 juta barel per hari tutup karena produsen tidak dapat menemukan pembeli.

Pada bulan lalu harga minyak telah menunjukkan tanda-tanda akan kembali, tetapi mungkin saja berumur pendek. Randall Collum Jr, Managing Director Genscape mengatakan selama seminggu terakhir produksi telah meningkat menjadi sekitar 10,8 juta barel per hari meningkat 7 persen dari saat output mencapai titik terendah.

Menurutnya kebangkitan produksi di Permian, Bakken, dan Teluk Meksiko dapat menstabilkan produksi Amerika Serikat. selama beberapa bulan ke depan. Meskipun berpotensi terjadi penurunan dalam beberapa tahun ke depan.

Enverus memperkirakan sumur baru memang memberikan semburan awal produksi tinggi, tetapi akan jatuh sebesar 60 persen pada tahun pertama. Hal ini berarti semakin banyak yang baru sumur harus dibor untuk mengatasi penurunan. Sementara aksi Itu membutuhkan uang tunai yang besar.

“Jika tidak ada sumur baru yang dibor Amerika Serikat produksi akan turun 35 persen hanya dalam 12 bulan, sekitar tujuh kali laju untuk industri minyak global,” sebut Enverus.

Meski demikian terdapat kemungkinan besar bahwa serpihan dapat melambung kembali lebih cepat dari yang diharapkan produksi terus naik dan menetap di kisaran US$55 hingga US$65 per barel untuk waktu yang lama.

Analis IHS Raoul LeBlanc mengatakan Amerika Serikat memiliki kapasitas produksi 1 juta barel per hari untuk jangka panjang. Hal ini menurutnya bisa menjadi katalis positif mendorong harga minyak serpih. Terlebih lagi bila harga minyak mentah dapat menyentuh US$50 per barel ada kemungkinan pembukaan sumur bakal massif terjadi.

“Produsen mungkin bisa jadi untung dengan kenaikan harga, tapi meraka akan sulit meraih dana untuk mencari dana dalam pembukaan sumur,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak minyak rig
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top