Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Pendapatan Naik, Laba Bersih PT Temas (TMAS) Anjlok

PT Temas Tbk. mengalami penurunan laba bersih yang tajam pada awal 2020.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  13:39 WIB
Ilustrasi kapal milik Temas Line. - temasline.com
Ilustrasi kapal milik Temas Line. - temasline.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pelayaran PT Temas Tbk., mencatatkan penurunan tajam laba bersih pada kuartal I/2020.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di laman Bursa Efek Indonesia pada Senin (22/6/2020), emiten berkode saham TMAS tersebut memiliki laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,85 miliar. Jumlah tersebut turun90,46 persen dibandingkan catatan pada kuartal I/2019 sebanyak Rp42,25 miliar.

Sementara itu, perusahaan mencatatkan kenaikan pendapatan jasa sebesar 14,2 persen. Pada kuartal ini, TMAS meraih penerimaan Rp706,84 miliar berbanding catatan pada kuartal I/2019 yakni Rp608,15 miliar.

Kontribusi terbesar penerimaan TMAS berasal dari jasa pelayaran pihak ketiga sebanyak Rp504,1 miliar atau tumbuh 19,85 persen dari perolehan kuartal I/2019 senilai Rp404,02 miliar. Sementara itu, jasa bongkar muat turun tipis dari Rp223,49 miliar menjadi Rp222,51 miliar.

Beban jasa bersih TMAS juga terpantau naik 10,76 persen dari Rp510,85 miliar menjadi Rp572,47 miliar pada kuartal I/2020. Jumlah beban terbesar berasal dari sektor bongkar muat yakni senilai Rp254,35 miliar, atau naik dari posisi kuartal I/2019 sebesar Rp236,6 miliar.

Kenaikan juga terlihat dari total liabilitas perusahaan sebesar Rp2,28 triliun, naik 8,77 persen dari posisi sebelunya Rp2,08 triliun. Jumlah liabilitas jangka pendek perseroan naik dari Rp982,05 miliar menjadi Rp1,13 triliun sementara liabilitas jangka panjang juga naik tipis dari Rp1,10 triliun ke Rp1,13 triliun.

Total aset perusahaan juga mengalami peningkatan dari Rp3,26 triliun pada 2019 menjadi Rp3,48 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas aset jangka pendek sebesar Rp568,36 miliar dan aset jangka panjang sebesar Rp2,92 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelayaran Kinerja Emiten temas line
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top