Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Risiko Infeksi Covid-19 Meningkat, Wall Street Terjungkal

Indeks S&P 500 dan Dow Jones turun paling dalam selama sepekan. Euforia kesepakatan dagang antara AS dan China yang sempat mengerek indeks terhempas sentimen penambahan kasus baru Covid-19/
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 20 Juni 2020  |  04:50 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) anjlok seiring ketidakpastian terkait seberapa cepat pemulihan ekonomi berlangsung pasca kebijakan lockdown. Kinerja Wall Street menjadi antiklimaks setelah di awal perdagangan sempat menguat.

Dilansir dari Bloomberg, indeks S&P 500 turun 0,6 persen sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average lungsur 0,8 persen. Adapun indeks Nasdaq Composite naik tipis 0,03 persen. Pada perdagangan Jumat (19/6/2020), penurunan indeks S&P 500 dipimpin oleh saham-saham utilitas, industri energi, dan periklanan. 

Dalam satu pekan, indek S&P 500 mencatat kenaikan hampir 1,9 persen, berkat kenaikan tajam pada 16 Juni 2020. Secara tahunan, indeks S&P 500 masih memberikan imbal hasil positif 7,97 persen.

Penguatan saham dipicu oleh sentimen rencana China mempercepat pembelian barang-barang pertanian AS sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan tahap pertama. 

Namun, kinerja ciamik itu luntur oleh kekhawatiran atas angka infeksi Covid-19 yang menunjukkan peningkatan di negara bagian Florida dan Arizona. Investor kebingungan volatilitas yang mendadak ini berakhir dengan penurunan harga saham.

Chief Investment Officer BNY Mellon’s Lockwood Advisors Matt Forester mengatakan volatilitas di psar saham merupakan pertanda yang mengkhawatirkan.

"Ini adalah kelanjutan gelombang pertama.Ini bukan gelombang kedua," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (20/6/2020).

Di Eropa, investor fokus pada negosiasi atas usulan Uni Eropa senilai 750 miliar Euro untuk stimulus pemulihan perekonomian. Sentimen ini membantu indeks Stoxx 600 naik 0,6 persen.

Sementara itu, di AS investor yakin pemerintah akan mampu mengembalikan ekonomi ke jalur yang tepat dengan stimulus yang tersedia. Pelaku pasar berani bertaruh sehingga mengerek indeks saham untuk kemudian menahan tren koreksi di pasar saham.

Berikut perkembangan pasar keuangan hingga Jumat (19/6/2020).

Saham

  • Indeks S&P 500 turun 0,6 persen,penurunan terbesar dalam lebih dari seminggu.
  • Dow Jones Industrial Average turun 0,8 persen, koreksi terbesar dalam lebih dari seminggu.

Mata uang

Euro turun 0,2 persen menjadi $ 1,118, terlemah dalam lebih dari dua minggu.

Yen Jepang terapresiasi 0,1 persen menjadi 106,86 per dolar, terkuat dalam enam minggu pada kenaikan kelima beruntun.

Obligasi

  • Imbal hasil pada obligasi AS 10-tahun turun dua basis poin menjadi 0,69 persen, terendah dalam lebih dari seminggu.
  • Imbal hasil obligasi Jerman menurun satu basis poin menjadi -0,42 persen.
  • Imbal hasil obligasi Inggris naik satu basis poin menjadi 0,238 persen, tertinggi dalam lebih dari seminggu.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate naik 1,9 persen menjadi $ 39,57 per barel, tertinggi dalam lebih dari seminggu.
  • Emas menguat 1,2 persen menjadi US$1.742,91 per ounce, tertinggi dalam sebulan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top