Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Bukit Asam (PTBA) Anjlok, Tanda Dividend Trap?

Penurunan harga saham di sekitar tanggal pembagian dividen merupakan hal yang kerap terjadi dan lekat dengan fenomena yang disebut fenomena dividend trap.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  14:35 WIB
Angkutan batu bara berbasis rel di Sumatra Selatan. - ptba.co.id
Angkutan batu bara berbasis rel di Sumatra Selatan. - ptba.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten batubara saham PT Bukit Asam Tbk. anjlok ke batas bawah auto rejection pada perdagangan hari ini, Jumat (19/6/2020).

Sejak perdagangan dibuka, emiten bersandi PTBA tersebut langsung jatuh 6,94 persen dan tertahan auto rejection bawah. Adapun harga sahamnya saat ini berada di level 2.280 per saham.

Adapun, tanggal hari ini yakni 19 Juni 2020 bertepatan dengan tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi untuk PTBA, sedangkan tanggal cum dividennya adalah kemarin, 18 Juni 2020.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan penurunan harga saham di sekitar tanggal pembagian dividen merupakan hal yang kerap terjadi. Hans menyebut biasanya harga saham turun mendekati nilai dividen yang dibagikan.

“PTBA kemarin di 2.450, dengan dividen Rp300an per saham perkiraan dia seharusnya turun ke sekitar 2.150 tapi tertahan autorejection bawah jadi sekarang cuma turun ke 2.280,” jelasnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (19/6/2020)

Lebih lanjut dia memproyeksikan akan terjadi pelemahan lanjutan di esok hari, meneruskan koreksi yang tertahan auto rejection bawah hari ini. 

Meskipun demikian, dia menilai investor tak perlu khawatir karena dalam kondisi market normal maka saham atau tanpa ada sentimen lain, saham PTBA akan kembali normal dalam beberapa hari. 

Di sisi lain, saham PTBA malah tercatat sebagai saham yang paling banyak diborong asing pada hari ini. Per pukul 13.40, saham PTBA mencatat net foreign buy mencapai Rp207,4 miliar. Hans menyatakan hal ini terjadi karena banyak investor lokal yang melepas PTBA dan sebagai buntutnya saham emiten batubara itu dibeli asing.

“Artinya masih pada percaya dengan PTBA, cuma ya kalau beli hari ini [di tanggal ex dividen] berarti tidak dapat untung dari dividennya,” kata Hans.

Koreksi saham PTBA di tanggal ex dividen-nya ini lekat dengan fenomena dividend trap, yang mana kerap menjebak para investor yang ingin mengambil jalan pintas dengan membeli dan melepas saham di antara jadwal pembagian dividen.

Sebagaimana diketahui, agar dapat memperoleh dividen, investor tercatat sebagai pemegang saham emiten yang akan membagi dividen pada cum date atau tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak untuk mendapatkan dividen perusahaan yang telah diumumkan.

Beberapa trader atau investor kadang memilih jalan pintas dengan dengan membeli saham di saat cum date dan melepasnya pada saat ex date. Dengan begitu, trader tidak perlu menyimpan saham lama-lama untuk mendapat jatah dividen.

Namun, di tanggal ex date harga saham bisa saja turun tajam, lebih besar dari nilai dividen yang bakal diperoleh. Hal ini potensial untuk terjadi apalagi jika batas auto rejection bawah cukup lebar.

Di saat itulah trader kerap terjebak atau masuk dalam dividend trap. Pasalnya, di hari ex date Hal ini bisa membuat keuntungan dividen menguap begitu saja karena penurunan harga sahamnya tidak tertutup oleh nilai dividen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dividen bukit asam
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top