Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Empat BUMN Karya Kini Dipimpin Eks Wijaya Karya

Adhi Karya, Hutama Karya, PTPP, dan Waskita Karya kini dipimpin oleh figur-figur yang pernah berkarier di Wijaya Karya (WIKA). Sebagian dari mereka bergabung kembali dengan rekan kerja sewaktu di WIKA.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 06 Juni 2020  |  05:00 WIB
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru saja melakukan perubahan pengurus empat BUMN karya. Terdapat empat pucuk pimpinan yang pernah berkarir di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Jajaran direksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menjadi BUMN Karya pertama yang dirombak Menteri BUMN Erick Thohir. Lewat rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar Kamis (4/6/2020), Entus Asnawi diangkat menjadi direktur Utama.

Entus berkarir cukup lama di WIKA. Sebelum hijrah ke Adhi Karya, Entus menjabat direktur keuangan di PT Wijaya Karya Beton Tbk. atau WIKA Beton. (2011-2012). Entus juga pernah menempati posisi sebagai General Manager Keuangan Wijaya Karya pada 2009—2011.

Di Adhi Karya, Entus menggantikan Budi Harto yang kini ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero). Seperti halnya Entus, Budi Harto juga pernah berkarir di WIKA.

Budi Harto pernah menempati sejumlah posisi di WIKA, antara lain Direktur Operasi I (2008-2013) WIKA Gedung. Selain itu dia juga sempat menempati posisi Presiden Komisaris WIKA Gedung (2009-2010), Komisaris Utama  WIKA Intrade (2008-2009 ), General Manager General Sipil pada tahun 2008, dan General Manajer Operasi 1 (2006-2007).

Di Hutama Karya, Budi Harto menggantikan posisi Bintang Perbowo yang juga pernah menjabat posisi direktur utama di WIKA. Di WIKA, Bintang menduduki kursi direktur utama selama sepuluh tahun (2008-2018).

Budi Harto bukan satu-satunya eks WIKA yang menempati posisi direksi Hutama Karya. Dia bergabung dengan Novias Nurendra yang juga diangkat sebagai direktur di Hutama Karya. Keduanya bahkan sempat berada dalam unit organiasi yang sama di WIKA.

Kemarin, Kementerian BUMN juga merombak jajaran direksi PT PP (Persero) Tbk. Pemegang saham menunjuk Novel Arsyad sebagai direktur utama perusahaan yang berkantor pusat di bilangan Pasar Rebo tersebut.

Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama PTPP, Novel adalah Direktur SDM dan Pengembangan Usaha WIKA. Posisi itu dia emban sejak Maret 2017. Karier Novel juga bermula di WIKA sebagai staf teknik sejak 1991.

Warna WIKA di pucuk pimpinan BUMN karya semakin kental setelah Destiawan Soewardjono ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dalam RUPS yang digelar hari ini, Jumat (5/6/2020).

Sebelum bergeser ke Waskita, gedung kantor yang berjarak kurang seratus meter dari kantor WIKA, Destiawan menjabat direktur operasi sejak 2013. Di membawahkan direktorat luar negeri yang menggarap proyek konstruksi di mancanegara.

Secara khusus, WIKA memberikan ucapan selamat kepada Novel Arsyad, Destiawan Soewardjono, dan Novias Nurendra di halaman media sosial Instagram. 

“Puluhan tahun bersama, menjadi bagian dalam rekam jejak WIKA dan memberikan karya terbaik bagi bangsa. Selamat berkarya di penugasan yang baru, Pak.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN adhi karya waskita karya hutama karya ptpp
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top