Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Bursa Filipina Cetak Rekor Terbaik Dua Dekade

Indeks Saham Filipina naik 4,4 persen sekaligus mencetak reli terbaik dalam 20 tahun terakhir. Bursa Filipina tersenagat optimisme bahwa dampak negatif virus corona di sektor ekonomi tidak seburuk perkiraan semula. Sentimen ini diperkuat dengan pernyataan Gubernur Bank Sentral Filipina Benjamin Diokno yang akan melakukan pelonggaran kebijakan moneter.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  16:25 WIB
Bursa Efek Filipina. - Bloomberg
Bursa Efek Filipina. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah pergerakan Bursa Asia yang beragam, variatif pasar Asia, Bursa Filipina mencatatkan kenaikan tertinggi di kawasan. Perolehan tersebut sekaligus menggenapkan reli terbaik selama seminggu dalam dua dekade terakhir.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (4/6/2020), Indeks Saham Filipina naik 4,4 persen pada hari ini ke posisi 6.517,49. Sementara selama seminggu terakhir, pertumbuhan indeks saham negara tersebut hampir mencapai 19 persen.

Saham dari emiten ritel SM Investments Corp. Menjadi motor utama reli indeks saham tersebut. Sementara GT Capital Holdings Inc., Robinsons Land Corp. dan International Container Terminal Services Inc. menjadi top gainer dengan kenaikan diatas 10 persen.

Sementara, bila dipantau sejak Maret lalu, indeks saham Filipina telah rebound 41 persen dan membuat investor asing kembali ke negara tersebut. Pada hari ini, investor asing melakukan aksi borong saham senilai US$27 juta, jumlah terbanyak sejak Februari 2020.

Reli positif bursa Filipina tidak terlepas dari optimisme pemerintah terhadap dampak negatif virus corona di sektor ekonomi yang tidak seburuk perkiraan awal. Sentimen ini diperkuat dengan pernyataan Gubernur Bank Sentral Filipina Benjamin Diokno yang akan melakukan pelonggaran kebijakan moneter.

“Pertumbuhan indeks saham Filipina didorong oleh optimisme terhadap pembukaan kegiatan ekonomi di seluruh dunia, tidak hanya di Filipina. Momentum positif sedang bergulir sehingga dapat menekan risiko geopolitik antara China dan AS,” Jelas Analis PhilStocks Financial Inc., Japhet Louis Tantiangco.

Sementara itu, Chief Investment Officer di ATR Asset Management Inc., Phillip Hagedorn memperkirakan indeks saham Filipina dapat kembali ke level semula, yakni di kisaran 8.000 pada 2021 apabila pembukaan kegiatan ekonomi berjalan secara  berkelanjutan.

Sementara itu, Strategist di BDO Unibank Inc., Jonathan Ravelas menambahkan, ekspektasi terhadap kontraksi ekonomi yang berjalan dalam periode pendek semakin tinggi setelah adanya pelonggaran lockdown pada 1 Juni lalu.

“Reli berkelanjutan indeks Filipina diatas 6.100 adalah sinyal bahwa (indeks) Filipina memiliki bahan bakar yang cukup untuk menembus level 6.500 dan bahkan mencapai 6.600,” katanya.

Tidak hanya bursa saham, nilai mata uang Filipina juga ikut menikmati tren positif. Peso Filipina terpantau menguat ke angka 50 atau 0,2 persen terhadap dollar AS. 

Perolehan ini merupakan yang pertama kalinya sejak Januari 2018 yang didukung oleh penundaan pemotongan tingkat suku bunga.

Adapun tingkat imbal hasil obligasi Filipina dengan tenor 10 tahun juga terpantau stabil di angka 3,28 persen setelah menguat selama tiga hari sebelumnya. Head of Fixed Income di ATR Asset, Miguel Liboro mengatakan, pendekatan berisiko yang dilakukan oleh investor dinilai membuat permintaan terhadap dolar AS melemah, sehingga memperkuat nilai Peso Filipina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia filipina

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top