Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terdampak Covid-19, Matahari Department Store (LPPF) Absen Bagi Dividen

Perseroan memilih menggunakan sumber dana untuk mengantisipasi tekanan kinerja dan dampak pandemi yang bisa saja berlangsung berkepanjangan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  20:09 WIB
Peresmian gera Matahari di Batam City, Kepulauan Riau. - matahari.co.id
Peresmian gera Matahari di Batam City, Kepulauan Riau. - matahari.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) memutuskan untuk tidak membagikan dividen atas hasil kinerja tahun buku 2019. Pemegang saham juga merombak jajaran manajemen, terdiri dari pergantian direksi dan komisaris.

Keputusan tidak membagikan dividen dan perombakan pengurus perseroan adalah salah dua dari hasil rapat umum pemegang saham yang digelar hari ini, Kamis (4/6/2020). 

Emiten yang tergabung dalam Grup Lippo tersebut memang sudah mengusulkan penangguhan semua pembayaran dividen dalam keterbukaan informasi pada akhir Maret 2020 lalu. 

Hal ini sehubungan dengan ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi Covid19 sehingga direksi, dewan Komisaris dan manajemen Matahari percaya penggunaan sumber dana dapat dialokasikan sebagai bentuk antisipasi terhadap tekanan atas traffic dan permintaan konsumen yang mungkin akan berkepanjangan.

Berdasarkan rilis yang disampaikan perseroan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), direksi melaporkan bahwa perseroan mencatat penjualan kotor sepanjang tahun lalu sebesar Rp 18,0 triliun, tumbuh 1 persen dari capaian tahun 2018.

“Pendapatan bersih konstan di Rp10,3 triliun, begitu juga SSSG (same-sales store growth). Laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun, meningkat 25 persen dari laba bersih setelah penurunan nilai investasi di tahun 2018 (menurun 27 persen dari laba bersih sebelum penurunan nilai investasi di tahun 2018),” tulis manajemen dalam keterangan rsmi.

Untuk diketahui, laba bersih Matahari Department Store melonjak 24,56 persen menjadi Rp1,37 triliun pada tahun lalu. Pendapatan bersih perseroan juga tumbuh tipis 0,3 persen menjadi Rp10,28 triliun pada tahun lalu.

Di sisi lain, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan. Perubahan ini kemudian dianggap sebagai upaya mendukung perseroan dalam melanjutkan pelaksanaan strategi transformasi dan pertumbuhan perseroan untuk di masa mendatang.

Presiden Komisaris Independen Matahari Department Store John Bellis menyampaikan, dia sangat gembira menyambut jajaran Komisaris dan Direksi baru perseroan.  

“Kami yakin bahwa pengalaman, bakat dan kepemimpinan mereka akan memberikan kontribusi positif untuk memimpin Matahari menjadi lebih maju ke depannya,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (4/6/2020).

Beberapa nama baru di jajaran Komisaris yakni Monish Mansukhani yang saat ini diketahui menjabat sebagai Deputy CEO Auric Pacific dan Adrian Suherman yang sebelumnya memegang beberapa jabatan penting seperti VP PT Telkomsel, hingga Komisaris MatahariMall.com dan CEO OVO.

Adapun, Terry O’Connor yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Independen perseroan memiliki 26 tahun pengalaman di Courts Asia, Niraj Jain yang duduk sebagai Direktur Independen memiliki pengalaman sebagai CFO Kanmo Group Indonesia, dan Irwin Abuthan sebelumnya merupakan Director of Planning and Development PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

matahari department store dividen
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top