Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Dekati Level 5.000, Rupiah Makin Ciamik

Penguatan indeks mulai berlanjut dengan menguat 1,56 persen atau 75,56 poin menuju 4.923,07,17 pada awal perdagangan Rabu (3/6/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  09:44 WIB
Pekerja mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5/2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Pekerja mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5/2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Seakan tidak sudi mengendurkan staminanya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  melonjak hampir 2 persen pada awal perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2020), di tengah tren penguatan saham global.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG naik tajam 1,86 persen atau 90,08 poin ke level 4.937,59 pada pukul 09.13 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (2/6/2020), IHSG ditutup di level 4.847,51 dengan lonjakan 1,98 persen atau 93,89 poin, reli kenaikan hari kelima beruntun sejak perdagangan Selasa (26/5/2020).

Penguatan indeks mulai berlanjut dengan menguat 1,56 persen atau 75,56 poin menuju 4.923,07,17 pada awal perdagangan Rabu (3/6/2020). Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks bergerak dalam kisaran 4.847,52 – 4.942,06.

Seluruh 9 sektor dalam IHSG bergerak positif, dipimpin finansial (+2,77 persen), barang konsumsi (+2,11 persen), dan properti (+1,58 persen).

Tercatat 190 saham menguat, 40 saham melemah, dan 462 saham stagnan. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing naik 3,92 persen dan 3,70 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Indeks saham lain di Asia juga tampak mengencangkan ototnya dengan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang menguat 0,80 persen dan 1,50 persen masing-masing, Kospi Korea Selatan melonjak 2,60 persen, dan Hang Seng Hong Kong naik tajam 1,14 persen pukul 09.13 WIB.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 naik 0,59 persen dan 0,69 persen masing-masing. Adapun indeks Taiex Taiwan menanjak 1,04 persen.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia meyakini IHSG berpeluang naik terbatas pada perdagangan hari ini mengikuti pergerakan bursa global.

Pada perdagangan Selasa (2/6), bursa saham Amerika Serikat ditutup di zona hijau, dengan Dow Jones (+1,05 persen), S&P 500 (+0,82 persen), dan Nasdaq (+0,59 persen).

“Penguatan terjadi dengan optimisme bertumbuhnya ekonomi setelah adanya pembukaan aktivitas ekonomi di AS. Para pelaku pasar juga optimistis pemerintah AS dan The Fed akan melakukan berbagai cara guna menstimulus ekonominya,” tulis Samuel Sekuritas melalui publikasi riset hariannya.

Selain itu, tensi perseteruan AS-China sedikit mereda setelah beredar kabar BUMN China membeli sekurang-kurangnya 3 kargo kedelai AS.

Disisi lain, penguatan indeks masih terbebani kerusuhan yang masih terjadi di AS. Presiden Donald Trump mengungkapkan keinginannya untuk menurunkan tentara guna meredam aksi demonstrasi.

Untuk pasar domestik, sentimen negatif datang dari proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2020 sebesar 0 persen oleh Bank Dunia.

Prediksi tidak tumbuhnya ekonomi Indonesia dikarenakan langkah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus rantai penularan wabah Covid-19 akan membuat aktivitas ekonomi terhenti.

Faktor lain adalah konsumsi rumah tangga turun dikarenakan banyaknya PHK oleh para pelaku industri serta turunnya harga komoditas utama Indonesia. Menurut catatan Bank Dunia, skenario terburuk jika PSBB dilakukan 4 bulan secara penuh, maka ekonomi Indonesia akan terkontraksi -3,5 persen.

“Meski demikian kami optimistis IHSG hari ini berpeluang naik terbatas mengikuti pergerakan bursa global,” tandas Samuel Sekuritas.

Seiring dengan penguatan IHSG, nilai tukar rupiah lanjut menguat tajam 200 poin atau 1,39 persen ke level Rp14.215 per dolar AS pukul 9.13 WIB, menuju apresiasi hari ketiga berturut-turut sejak 29 Mei.

Sebaliknya, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, lanjut melemah untuk hari kelima beruntun sejak 28 Mei. Sepanjang perdagangan Rabu (3/6) pagi, indeks dolar bergerak dalam kisaran 97,406 - 97,607.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top