Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awal Juni, IHSG dan Rupiah Kompak Jadi yang Terbaik di Asia

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di level 4.847,51 dengan lonjakan 93,89 poin atau 1,98 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Dhiany Nadya Utami dan Renat Sofie Andriani
Dhiany Nadya Utami dan Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  15:33 WIB
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak hampir 2 persen dan mengencangkan cengekeramannya di kisaran level 4.800 pada akhir sesi perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di level 4.847,51 dengan lonjakan 93,89 poin atau 1,98 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (29/5/2020), IHSG ditutup di level 4.753,61 dengan penguatan 0,79 persen atau 37,43 poin, reli kenaikan hari keempat berturut-turut sejak perdagangan Selasa (26/5/2020).

Tenaga indeks mulai semakin panas dengan langsung naik tajam hampir 2 persen pada awal perdagangan Selasa (2/6). Sepanjang perdagangan, indeks konsisten bergerak positif dalam kisaran 4.753,72 – 4.884,01.

Sejumlah 9 sektor menetap di zona hijau, dipimpin finansial (+3,43 persen) dan tambang (+2,6 persen).

Tabel Kinerja Indeks Sektoral

Dari 692 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 245 saham menguat, 155 saham melemah, dan 169 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 7,8 persen dan 3,28 persen menjadi pendorong utama IHSG dari sisi transaksi.

Indeks saham lain di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menanjak 1,21 persen dan 1,19 persen, Kospi Korea Selatan menguat 0,76 persen, dan indeks CSI 300 naik 0,31 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan penguatan IHSG di awal pekan ini menyambut pembukaan kembali atau reopening ekonomi secara bertahap, baik di dalam negeri maupun di negara-negara secara global.

Menurutnya, skenario kondisi normal yang baru membuat psikologis pelaku pasar menjadi lebih optimistis. Ini juga sekaligus memberikan sinyal bahwa pasar mulai memasuki periode rebound selama sentimen positif terus berlanjut.

“Adapun secara teknikal, IHSG sudah break pada batas atas dari Bollinger, sehingga trennya sudah sangat bullish. Bulan Juni ini IHSG diproyeksikan memiliki resistance di level 5000,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (2/6/2020)

Nafan mengatakan indeks akan banyak dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di AS, terutama mengenai protes keras yang terjadi akibat isu rasial yakni terbunuhnya seorang warga kulit hitam bernama George Floyd.

Namun, di saat yang sama sentimen negatif dari semakin intensnya tensi antara AS dengan Tiongkok tidak meningkat. Hal ini dinilai melegakan karena isu tersebut berpengaruh terhadap isu-isu lain seperti demokratisasi Hong Kong, perselisihan Laut China Selatan, serta dinamika politik di kawasan Timur Tengah.

Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi pergerakan IHSG berpeluang menguat pada perdagangan pekan ini, kendati diwarnai faktor global yakni memanasnya hubungan Amerika Serikat dan China serta demontrasi di AS.

Dalam publikasi risetnya, Valbury menjelaskan sentimen pasar dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengeluarkan kebijakan relaksasi di sektor perbankan untuk memberikan ruang likuditas dan permodalan kepada perbankan, sehingga stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah pelemahan ekonomi.

Kebijakan stimulus ini dikeluarkan setelah OJK mencermati dampak pandemi Covid-19 yang menurunkan aktivitas perekonomian sehingga berefek kepada sektor keuangan melalui transmisi pelemahan sektor riil.

Dari luar negeri, Trump menghapus perlindungan atau kekebalan hukum dari perusahaan media sosial, seperti Twitter dan Facebook.

Menurut Trump, langkah ini karena perusahaan media sosial itu memiliki kekuatan yang tidak terbatas untuk menyensor, membatasi, mengedit, membentuk, menyembunyikan, mengubah bentuk komunikasi antara warga atau publik.

Sementara itu, pemerintah Hong Kong memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa keputusan Amerika Serikat untuk tidak menganggap sebagai daerah otonomi China bisa menjadi pedang bermata dua. Hong Kong memperingatkan langkah AS itu bisa merusak hubungan keduanya, terutama dalam bidang perdagangan.

Pergerakan IHSG dalam pekan ini berpeluang menguat di tengah faktor global yakni hubungan AS dan China memanas terkait Hongkong dan demontrasi serta kerusuhan di AS.

"Namun indeks domestik tersebut terangkat sentimen rupiah yang diperkirakan menguat dan terkendalinya perkiraan angka inflasi pada bulan Mei 2020," papar Valbury.

Nilai tukar rupiah terpantau menguat tajam 1,03 persen atau 150 poin ke level Rp14.460 per dolar AS pukul 11.29 WIB, menuju apresiasi hari kedua berturut-turut.

Pada perdagangan Jumat (29/5/2020), nilai tukar rupiah berakhir di level Rp14.610 per dolar AS dengan penguatan 105 poin atau 0,71 persen.

“Kami melihat lebih banyak ruang untuk apresiasi rupiah dalam beberapa bulan mendatang, berdasarkan valuasi, penentuan posisi, dan balance eksternal,” ujar Divya Devesh, kepala riset Asean dan South-Asia FX di Standard Chartered, dikutip dari Bloomberg.

Ia mempertahankan proyeksi posisi rupiah terhadap dolar AS di level 14.000 pada akhir kuartal III/2020 dan level 13.800 pada akhir kuartal IV/2020.

Pergerakan Bursa di Asia hingga Selasa (2/6/2020) Pukul 15.00 WIB

BursaNilaiPerubahan (poin)Perubahan (%)
22,325.61+263.22+1.19%
1,587.68+18.93+1.21%
23,950.64+218.12+0.92%
3,983.57+12.23-0.31%
5,835.09+15,94+0.27%
JCI (IHSG) 4.847,51 +93,89+1,98%

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Indeks BEI
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top