Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OPEC Kaji Perpanjangan Masa Pemangkasan Produksi Minyak

Opsi untuk memperpanjang durasi pemangkasan dipertimbangkan menyusul prospek permintaan yang suram. Sejauh ini, dalam keseapakatan awal, OPEC dan sekutunya bermufakat untuk memangkas produksi sebanyak 9,7 juta barel.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  05:47 WIB
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sejumlah negara produsen lainnya tengah membahas perpanjangan masa pemangkasan produksi. Seorang delegasi anggota OPEC menyebut hal ini akan dibahas dalam beberapa pertemuan hingga 4 Juni 2020 mendatang.

Dilansir dar Bloomberg, Senin (1/6/2020), OPEC dan sekutunya atau kerap disebut OPEC plus mempertimbangkan untuk memperpanjang durasi pemangkasan produksi satu hingga tiga bulan. Situasi pasar minyak yang bergerak cepat membuat opsi yang dikaji diharapkan tidak mengganggu keseimbangan pasar yang telah terbentuk.

Untuk diketahui, OPEC plus telah bermufakat pada April lalu untuk menurunkan produksi di tengah konsumsi minyak yang merosot akibat pandemi virus corona (Covid-19). Pemangkasan kemudian dimulai pada Mei 2020. 

Dalam pertemuan berikutnya, Russia menginginkan pelonggaran dimulai pada Juli 2020, ungkap orang yang tahu terhadap perkembangan situasi di OPEC.

Harga minyak mulai merangkak setelah pemangkasan produksi dimulai, bertepatan dengan pemulihan permintaan yang lebih kuat dari ekspektasi. Tetapi, langkah sejumlah negara mengendurkan kebijakan pembatasan sosial (lockdown), kekhawatiran akan gelombang kedua penyebaran virus mengemuka dan membuat prediksi pemulihan permintaan terancam buyar.

Sebagian besar anggota OPEC sepakat pertemuan akan digelar pada 4 Juni 2020, lewat konferensi video. Sebelum pertemuan dimulai, OPEC plus punya fleksibilitas untuk mengubah batas produksi saat ini. Menteri Energi Aljazair, Mohamed Arkab yang memegang jabatan presiden bergilir, mengusulkan pertemuan pada 4 Juni, lebih awal dari jadwal semula pada  9 Juni 2020.

Jika rencana pertemuan tersebut terealisasi, keputusan tersebut akan menggeser pertemuan komite yang biasanya berlangsung sebelum konferensi menteri ke akhir bulan ini. 

OPEC memiliki jadwal pertemuan Dewan Komisi Ekonomi pada 2-3 Juni 2020 dan Komite Teknis Bersama untuk menilai pelaksanaan pemotongan produksi pada 5 Juni 2020.

Anggota OPEC biasanya memutuskan rencana pengiriman minyak sebulan sebelumnya. Jadi, untuk pengiriman Juli 2020, mereka akan membuat keputusan di awal Juni 2020. Pertemuan antaranggota dan produsen di luar OPEC membuat mereka memiliki banyak waktu untuk menyiapkan sejumlah rencana.

Koalisi OPEC plus beranggotakan 23 negara. Arab Saudi dan Rusia menjadi dua produsen yang melakukan pemotongan produksi paling banyak. Pada pertemuan nanti, kedua negara itu akan memutuskan apakah mempertahankan perjanjian yang ada, atau memperpanjang pembatasan yang berlaku saat ini. 

OPEC dan sekutunya berkomitmen untuk menurunkan produksi 9,7 juta barel per hari atau 10 persen dari pasukan global pada Mei-Juni 2020. Selain itu, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab memangkas produksi secara sukarela sekitar 1,2 juta barel selama Juni 2020 sehingga total pemangkasan mencapai 11 juta barel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak opec

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top