Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Strategi Pemasaran PP Properti (PPRO) di Tengah Pandemi

PT PP Properti Tbk. menolak memberikan potongan harga untuk menarik konsumen. Lantas, apa strategi perusahaan untuk mencapai target kinerja tahun ini?
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  15:01 WIB
Ini Strategi Pemasaran PP Properti (PPRO) di Tengah Pandemi
Pekerja beraktivitas di dekat logo PT PP Properti Tbk. di Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020). - Bisnis/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT PP Properti Tbk. memanfaatkan strategi pemasaran khusus untuk menggaet konsumen ketimbang memberikan diskon harga.

Direktur Keuangan PP Properti Indaryanto mengatakan perusahaan properti itu memilih strategi pemasaran menggunakan gimmick ketimbang memberikan potongan harga.

“Kami lebih menawarkan gimmick dibandingkan dengan diskon karena itu akan merusak harga dan reputasi pengembang kalau kami membuat program banting harga,” katanya kepada Bisnis, Kamis (28/5/2020).

Adapun gimmick yang diberikan oleh emiten berkode saham PPRO itu khusus bagi konsumen Kredit Pemilikan Apartemen. (KPA). Konsumen akan mendapatkan subsidi bunga, pendingin ruangan, pemanas air, dan juga perabotan.

Menurut Indaryanto, target pasar yang sangat menjanjikan saat ini adalah segmen menengah dan menengah bawah. Perseroan, lanjutnya, mengincar pasar di rentang harga Rp400 juta sampai dengan Rp800 juta per unit apartemen.

Sepanjang Januari-Maret 2020, PPRO telah mengumpulkan marketing sales senilai Rp263 miliar. Angka ini masih jauh dari target sepanjang tahun yang sebesar Rp2,5 triliun.

Di sisi topline dan bottom line, perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp3 triliun dan laba komprehensif di kisaran Rp500 miliar.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan 2019, perseroan memiliki total persediaan realti mencapai Rp4,97 triliun dan persediaan properti Rp1,91 miliar. Segmen bangunan jadi menyumbang Rp13,25 miliar sedangkan bangunan dalam konstruksi Rp1,78 triliun.

Adapun tanah yang sedang dikembangkan mencapai Rp2,77 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten properti pt pp properti
Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top