Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembukaan Mal Jadi Angin Segar Bagi Emiten Ritel

Emiten ritel disebut bisa kembali mengoperasikan toko fisik saat pusat perbelanjaan kembali dibuka
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  17:00 WIB
Area pintu masuk Pondok Indah Mall (PIM) di Jakarta Selatan. PIM merupakan salah satu portofolio pusat perbelanjaan yang dikelola PT Metropolitan Kentjana Tbk. - pondokindahgroup.co.id
Area pintu masuk Pondok Indah Mall (PIM) di Jakarta Selatan. PIM merupakan salah satu portofolio pusat perbelanjaan yang dikelola PT Metropolitan Kentjana Tbk. - pondokindahgroup.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan sekuritas menilai pembukaan pusat perbelanjaan akan menjadi katalis positif bagi emiten ritel. 

Analis FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo mengatakan pembukaan pusat perbelanjaan akan membuat operasional emiten ritel kembali seperti kondisi sebelum pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Emiten bisa kembali mengandalkan penjualan toko fisik. 

“Kalau kita lihat dampak, seharusnya tidak begitu signifikan karena masyarakat cenderung berhati-hati atau menahan ketika hendak belanja di luar kebutuhan primernya,” ujar Wisnu kepada Bisnis, Rabu (27/5/2020).

Menurut Wisnu, PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menjadi dua emiten ritel yang diuntungkan dari pembukaan pusat perbelanjaan. Namun, dia belum bisa memprediksi dampak pembukaan pusat perbelanjaan terhadap kinerja emiten.

“Kalau dari pergerakan harga saham ERAA (menarik). Ada potensial upside di level Rp1.500. resisten terdekat di level Rp1.230,” katanya.

Setali tiga uang, analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas pun mengungkapkan dampak pembukaan emiten ritel yang mayoritas beroperasi di beberapa pusat perbelanjaan akan lebih terasa pada kuartal ketiga mendatang.

Menurutnya, jangka waktu satu bulan untuk mengakhiri kuartal kedua tahun ini belum cukup maksimal untuk mengukur performa emiten ritel seiring dengan anjuran masif untuk menghindari tempat kerumunan pada periode yang sama.

“Jadi, kuartal kedua kinerjanya bakal tetap turun jika dibandingkan kuartal satu. Nah, kuartal ketiga baru dampaknya terasa dan kinerjanya diprediksikan bakal pulih lagi dibandingkan kuartal kedua,” terangnya, Rabu (27/5/2020).

Sukarno juga memfavoritkan saham ERAA. Baginya, pergerakan saham dan valuasi emiten tersebut cukup menarik dibandingkan emiten ritel lain. Sukarno berpendapat, harga saham ERAA bisa menguji level Rp1.300 dalam waktu dekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitra adiperkasa erajaya swasembada covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top