Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS-China Kisruh, Harga Emas Melorot

Harga emas berjangka Comex turun ke level terendah dalam dua pekan terakhir
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  06:30 WIB
Emas lantakan. -  Stefan Wermuth / Bloomberg
Emas lantakan. - Stefan Wermuth / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas mengalami tekanan di tengah ketegangan Amerika Serikat dan China yang siap meletup seiring penyusunan rencana undang-undang (RUU) keamanan nasional.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2020 mencapai US$1.743,10 per troy ounce atau turun 0,59 persen pada Senin (25/5/2020) pukul 18.29 Waktu New York atau Selasa (26/5/2020) pukul 05.29 WIB.

Sementara itu, harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi US$1.726,75 per troy ounce. Di sisi lain indeks dolar terpantau 99,86. Indeks ini mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia lainnya.

Level harga emas hari ini terpantau melandai dari posisi tertinggi selama satu bulan terakhir. Harga emas Comex tercatat mencetak level tertinggi pada 15 Mei 2020 di posisi US$1.756 per troy ounce.

Monex Investindo Futures menilai pergerakan harga emas melandai setelah hubungan AS-China memanas. Harga emas di awal sesi kemarin mencetak posisi terendah di US$1.725,79 per troy ounce.

Dua negara adikuasi itu bersitegang setelah Presiden Donald Trump menuding China tidak becus menangani wabah virus corona, wabah yang akhirnya menyebar ke seluruh dunia dan melumpuhkan perekonomian global.

AS juga mengancam China yang berencana mengatur keamanan Hong Kong lewat RUU Keamanan Nasional. Secara umum, RUU yang diusulkan China itu sebagian akan melarang kegiatan separatis dan "kegiatan subversif" serta campur tangan asing dan "terorisme" di Hong Kong.

"Walaupun belum selesainya RUU Hong Kong oleh parlemen Tiongkok, memberikan harapan pasar bahwa ketegangan diantara kedua negara dapat mereda bila RUU tersebut gagal disepakati," tulis analis Monex seperti dilansir dari publikasi risetnya.

Harga emas berpeluang turun dengan menguji support atau batas bawah penurunan di rentang US$1710 s.d US$1.717 bila bergerak ke bawah level $1724. Sebaliknya level resisten pada kisaran US$1737 s.d US$1742.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top