Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Transaksi Saham Tower Bersama (TBIG) Rp1,38 Triliun Jadi Biang Keladi Net Sell?

Mengutip data Bloomberg, pada sesi I, Credit Suisse Sekuritas Indonesia melakukan aksi jual saham TBIG sebesar Rp1,389 triliun. Credit Suisse juga melakukan pembelian sebesar Rp384,51 juta.
M. Nurhadi Pratomo & Dhiany Nadya Utami
M. Nurhadi Pratomo & Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  13:31 WIB
Pekerja berswafoto dengan latar belakang pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5/2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Pekerja berswafoto dengan latar belakang pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5/2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Pada perdagangan Selasa (19/5/2020), tercatat saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) ditransaksikan lebih dari Rp1,38 triliun oleh dua sekuritas berbeda.

Mengutip data Bloomberg, pada sesi I, Credit Suisse Sekuritas Indonesia melakukan aksi jual saham TBIG sebesar Rp1,389 triliun. Credit Suisse juga melakukan pembelian sebesar Rp384,51 juta.

Di sisi lain, dalam waktu yang sama Mahakarya Artha Securities melakukan pembelian saham TBIG sebesar Rp1,386 triliun, atau hampir mirip dengan nilai saham yang dijual Credit Suisse. Adapun, Mahakarya Artha Securities sama sekali tidak melakukan aksi jual saham TBIG.

Total perdagangan saham TBIG hingga siang ini mencapai Rp3,85 triliun, dengan aksi jual dan beli senilai Rp1.92 triliun. Artinya, sebagian besar transaksi dilakukan oleh Credit Suisse Sekuritas Indonesia dan Mahakarya Artha Securities.

Sementara itu, saham TBIG sepanjang hari ini bergerak di rentang Rp1.090 – Rp1.115, dan ditutup di level Rp1.095 pada sesi I, atau sama seperti harga sebelumnya. Sepanjang tahun berjalan harga terkoreksi 10,98 persen.

Derasnya transaksi TBIG membuat net sell asing membengkak pada sesi I. Investor asing tercatat melakukan net sell Rp2,04 triliun, terutama di pasar tunai dan negosiasi Rp1,94 triliun. Adapun, investor domestik melakukan aksi beli Rp4,8 triliun dan aksi jual Rp3,2 triliun.

Pada akhir sesi I pukul 11.30 WIB, IHSG menguat 1,82 persen atau 82,23 poin menjadi 4.593,29. Sepanjang perdagangan indeks bergerak di rentang 4.519,51 - 4.609,04.

Terpantau 244 saham menguat, 132 saham melemah, dan 142 saham sama seperti perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, Tower Bersama Infrastructure telah memutuskan besaran dividen yang akan dibagikan pada para pemegang sahamnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman mengatakan RUPST telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp606 miliar. Adapun dividen per saham akan disesuaikan dengan jumlah saham treasuri yang dimiliki perseroan yakni sebanyak 1.025.945.500 saham sehingga dividen tunai yang akan dibagikan adalah sebesar Rp28 per saham.

“[Jumlah dividen yang dibagikan tersebut berdasarkan] payout ratio 73 persen,” ujar Helmy kepada Bisnis, Senin (18/5/2020)

Sementara itu, tambah Helmy, dari laba bersih untuk tahun buku 2019 perseroan juga mengalokasikan Rp500 juta untuk cadangan umum, sedangkan sisa dana lainnya akan masuk ke pos saldo laba.

Dividen tunai ini akan didistribusikan pada tanggal 19 Juni 2020 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat di Daftar Pemegang Saham pada tanggal recording date 3 Juni 2020 dan tanggal cum dividen (akhir periode perdagangan saham dengan hak atas dividen) 29 Mei 2020.

Selain memutuskan besaran dividen, RUPST memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

Dewan Komisaris juga diberikan wewenang untuk menetapkan gaji dan tunjangan bagi anggota Dewan Direksi serta gaji atau honorarium dan tunjangan yang diberikan kepada Dewan Komisaris untuk tahun 2020.

Para Pemegang Saham menyetujui penangkatan kembali seluruh jajaran Direksi Perseroan. Para Pemegang Saham menyetujui pengangkatan Komisaris Independen baru untuk Dewan Komisaris Perseroan, Bapak. Ludovicus Sensi Wondabio.

Terakhir, para Pemegang Saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.

Hal itu juga sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG tower bersama transaksi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top