Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lockdown di India Diperpanjang, Ini Respons Dua Eksportir Batu Bara

Bumi Resources masih akan mencermati perkembangan sedangkan Adaro fokus mendorong produksi cooking coal.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 08 Mei 2020  |  07:18 WIB
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com

Bisnis.com, JAKARTA - Dua emiten batu bara, yaitu PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) menyatakan masih akan fokus negara tujuan eksisting sehingga belum berniat mencari pasar ekspor baru. Langkah India memperpanjang lockdown belum mempengaruhi kebijakan ekspor dua emiten tersebut.

Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan bahwa hingga kuartal I/2020, perseroan masih melakukan penjualan kepada pasar ekspor perseroan ke pelanggan lama. Dia menambahkan, BUMI akan memantau perkembangan di China dan India, dua negara konsumen batu bara terbesar di dunia.

“Pasar China memang tampaknya akan pulih tetapi masih menahan inventaris. Begitu juga India yang masih lockdown. Sedangkan permintaan pasar lain tampak sedikit bergeming, tetapi masih tetap aktif,” ujar Dileep kepada Bisnis, Rabu (6/5/2020).

Adapun, pada kuartal I/2020 perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar 21 juta ton, naik sekitar 3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau sekitar 20,37 juta ton.

Dileep mengatakan perseroan akan terus mengamati perkembangan pandemi Covid-19 dan akan mengkaji dampaknya terhadap operasional untuk melakukan beberapa penyesuaian jika diperlukan.

Di lain pihak, PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) tidak akan mengubah kebijakan ekspor batu bara. Perseroan lebih fokus untuk memproduksi batu bara jenis coking coal.

Head of Corporate Communication Division Adaro Energy Febriati Nadira mengatakan bahwa pasar atau negara tujuan ekspor Adaro saat ini sudah cukup terdiversifikasi sehingga perseroan tidak berupaya untuk membidik pasar baru di tengah pandemi.

“Salah satu strategi kami yaitu mendiversifikasi bisnis mining dengan masuk ke coking coal,” ujar Febriati kepada Bisnis, Rabu (6/5/2020).

Dia mengatakan bahwa perseroan akan terus berupaya mempertahankan kinerja yang solid melalui model bisnis yang terintegrasi. Anak usaha ADRO di keempat pilar utama, kata dia, terlibat dalam setiap bagian rantai pasokan batubara sehingga perusahaan dapat mengontrol biaya, meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko pihak ketiga.

Emiten milik konglomerat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir itu mengaku hingga saat ini tidak ada pembatalan maupun permintaan penyesuaian kontrak di tengah pandemi Covid-19 karena sebagian besar konsumen ADRO adalah end user untuk pembangkit energi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara bumi resources adaro
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top