Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wall Street Melambung, Pasar Sambut Kabar Gembira Obat Virus Corona

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 ditutup melonjak 2,66 persen atau 76,12 poin ke level 2.939,51 dan indeks Dow Jones Industrial Average naik tajam 2,21 persen ke posisi 24.633,86.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 April 2020  |  04:38 WIB
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat serempak bangkit ke zona hijau dan berakhir melonjak pada perdagangan Rabu (29/4/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 ditutup melonjak 2,66 persen atau 76,12 poin ke level 2.939,51 dan indeks Dow Jones Industrial Average naik tajam 2,21 persen ke posisi 24.633,86.

Adapun indeks Nasdaq Composite berakhir melambung 3,57 persen atau 306,98 poin ke level 8.914,71 setelah ditutup merosot 1,40 persen ke level 8.607,73 pada perdagangan Selasa (28/4/2020).

Ketiga indeks saham utama AS tersebut serempak naik tinggi setelah perusahaan biofarmasi Gilead Sciences Inc. melaporkan bahwa obat eksperimentalnya membantu penderita penyakit virus corona (Covid-19) pulih lebih cepat.

Indeks Nasdaq bahkan melesat lebih jauh setelah induk Google, Alphabet Inc. melaporkan perlambatan penjualan iklan yang tidak seburuk perkiraan.

Kabar baik mengenai harapan obat untuk pasien Covid-19 itu sampai membuat investor mengabaikan kontraksi ekonomi AS dan peringatan dari bank sentral Federal Reserve AS bahwa krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung "menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah".

Sebelumnya, Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi AS menyusut 4,8 persen secara tahunan pada kuartal I/2020, kontraksi pertama sejak 2014 yang saat itu mencatat minus 1,1 persen.

Tak hanya membukukan penurunan terburuk sejak 2008, kontraksi pada kuartal pertama itu juga lebih buruk daripada proyeksi median ekonom dalam survei Bloomberg untuk penurunan 4 persen.

Sementara itu, negara-negara di seluruh dunia tengah mendiskusikan cara memulai kembali aktivitas perekonomian. Sejumlah negara yang terdampak keras, seperti Spanyol, mengatakan membutuhkan setidaknya delapan pekan lagi untuk sepenuhnya mencabut pembatasan.

“Apa yang benar-benar menggerakkan pasar pada tahap ini adalah berita positif tentang pengobatan dan vaksin potensial, karena pada akhirnya ini adalah suatu game changer,” ujar Seema Shah, ahli strategi investasi global untuk Principal Global Investors.

“Itulah yang akan mendorong pasar, ditambah apa pun terkait dengan pencabutan lockdown,” tambahnya, seperti dikutip dari Bloomberg.

Sejalan dengan Wall Street, indeks Stoxx Europe 600 ditutup naik tajam sekitar 1,8 persen, indeks MSCI Asia Pacific menguat 1,1 persen, dan indeks MSCI All Country World melonjak 2,4 persen. Di sisi lain, Bloomberg Dollar Spot Index melemah 0,6 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street bursa global
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top