Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Asia Menguat, Laporan Penjualan Induk Google Jadi Angin Segar

Bursa Asia mampu menguat bersama kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat di tengah serangkaian rilis laporan keuangan korporasi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 April 2020  |  14:46 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Asia mampu menguat bersama kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat di tengah serangkaian rilis laporan keuangan korporasi.

Berdasarkan data Bloomberg, kontrak berjangka indeks S&P 500 menanjak 1,1 persen pada perdagangan Rabu (29/4/2020) pukul 7.02 pagi waktu London. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 1,3 persen setelah Alphabet Inc. melaporkan penjualan yang lebih baik daripada estimasi.

Penjualan induk Google tersebut dilaporkan mencapai US$33,71 miliar pada kuartal I/2020 atau meningkat 14 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan YouTube melonjak 33,5 persen dan top line Google Cloud melonjak 52 persen.

“Hasilnya keluar lebih baik daripada perkiraan pasar, dengan metrik yang kuat pada Google Cloud dan YouTube,” tulis Jason Bazinet, seorang analis di Citigroup, seperti dilansir melalui Bloomberg.

Laporan tersebut menjadi angin segar bagi pasar ekuitas AS setelah pada perdagangan Selasa (28/4/2020) mengalami sesi yang volatil akibat melorotnya saham sejumlah perusahaan teknologi setelah kepercayaan konsumen dilaporkan merosot.

Sejalan dengan indeks futures AS, indeks S&P/ASX 200 Australia naik tajam 1,2 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,1 persen, Shanghai Composite naik 0,3 persen, dan Kospi Korea Selatan menguat 0,8 persen.

Indeks saham di Seoul berhasil menguat kendati raksasa elektronik Samsung Electronics Co. menyampaikan peringatan bahwa laba pada kuartal II/2020 dapat turun akibat dampak pukulan pandemi virus corona (Covid-19) terhadap permintaan.

Penguatan pada perdagangan hari ini juga mendorong bursa saham Asia Pasifik naik sekitar 20 persen dari level rendahnya baru-baru ini.

Pasar saat ini tengah menantikan keputusan rapat kebijakan moneter bank sentral Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa (ECB). Di sisi lain, laporan kinerja keuangan perusahaan akan terus membanjiri sentimen pasar, termasuk oleh Amazon.com Inc. dan Microsooft Corp.

Selain itu, pelaku pasar memantau laju infeksi virus corona (Covid-19) dan segala pembahasan tentang cara memulai kembali aktivitas perekonomian.

“Kita melihat data yang sangat ekstrem tentang dampak yang baru saja kita alami dan pasar masih melambung mencoba untuk mendapatkan petunjuk di mana kita akan berada pada kuartal ketiga dan keempat,” ujar Christopher Smart, kepala strategi global di Barings Investment Institute, seperti dilansir melalui Bloomberg.

“Adalah hal yang sangat sulit saat ini tidak mengetahui di mana penyakit itu akan terjadi, dan seberapa cepat orang akan merasa nyaman untuk kembali bekerja, kembali ke toko, antara sekarang dan kapan mungkin ada tersedia vaksin,” tambahnya.

Di pasar komoditas, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen ke level US$1.710,61 per troy ounce. Adapun, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate melompat 7,9 persen ke level US$13,31 per barel.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia google
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top