Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor Otomotif Diperkirakan Terus Tertekan, Cermati Dua Saham ini

Selama masih diberlakukan aturan ketat yang membatasi kegiatan ekonomi, sektor otomotif diperkirakan akan terus tertekan, bahkan bisa jadi terus bertahan hingga akhir tahun ini.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 28 April 2020  |  06:14 WIB
Design eksterior yang stylish dan elegan, menjadikan New Astra Daihatsu Sigra menjadi MPV 7/seater yang lebih berkelas untuk melengkapi gaya berkendara masa kini. /Daihatsu
Design eksterior yang stylish dan elegan, menjadikan New Astra Daihatsu Sigra menjadi MPV 7/seater yang lebih berkelas untuk melengkapi gaya berkendara masa kini. /Daihatsu

Bisnis.com, JAKARTA – Analis memperkirakan emiten di sektor otomotif tidak akan bangkit dalam waktu dekat dan akan kian jatuh dalam keterpurukan seiring dengan melemahnya ekonomi Indonesia akibat pandemi virus corona.

Senior Vice President Research PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial mengatakan bahwa selama masih diberlakukan aturan ketat yang membatasi kegiatan ekonomi, sektor otomotif diperkirakan akan terus tertekan, bahkan bisa jadi terus bertahan hingga akhir tahun ini.

“Sepanjang ekonomi Indonesia belum dibuka kembali secara normal, sektor otomotif akan terus kesulitan bahkan untuk sepanjang 2020, karena mereka dihadapkan pada kenyataan di mana pengangguran terus meningkat dan pendapatan masyarakat yang menurun,” katanya kepada Bisnis.com, Senin (27/4/2020).

Dia mengatakan bahwa tidak akan mudah bagi perekonomian Indonesia untuk bangkit setelah pandemi ini berlalu kelak. Menurutnya paling cepat perbaikan ekonomi Indonesia baru akan terjadi pada paruh pertama tahun depan. Dengan catatan, perbaikan juga berjalan dengan lambat.

Meski begitu, dengan tren pasar modal yang terus tertekan selama pandemi ini, sejumlah saham otomotif seperti PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) dinilai memiliki valuasi yang cukup menarik untuk dikoleksi.

ASII sudah tertekan sebanyak 46,43 persen sepanjang tahun berjalan, sementara AUTO tertekan 37,5 persen sepanjang tahun berjalan. Kini harga saham ASII berada pada level Rp3.710 per saham, sedangkan AUTO berada pada harga Rp775 per saham.

“Valuasi untuk kedua saham ini cukup menarik karena prce to vook value (PBV) sudah di kisaran atau di bawah 1 kali, target harga untuk ASII adalah Rp4.500 per saham, sementara AUTO di Rp900 per saham,” ujarnya.

Adapun, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang kuartal I/2020, penjualan otomotif secara wholesale atau dari pabrik ke dealer menurun 7,2 persen secara tahunan menjadi 236.825 unit.

Sementara itu, dari sisi ritel penjualan kendaraan roda empat tercatat menurun 219.361 unit, turun 15,9 persen secara tahunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif astra Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top