Korsel Siapkan Anggaran Tambahan, Indeks Kospi Rebound Hampir 1 Persen

Bursa saham Korea Selatan berhasil rebound ke zona hijau bahkan naik hampir 1 persen pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (22/4/2020), didorong upaya stimulus global untuk menghadap pandemi virus corona (Covid-19).
Bursa Saham Korea Selatan./ Seong Joon Cho - Bloomberg
Bursa Saham Korea Selatan./ Seong Joon Cho - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Korea Selatan berhasil rebound ke zona hijau bahkan naik hampir 1 persen pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (22/4/2020), didorong upaya stimulus global untuk menghadap pandemi virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan Kospi ditutup di level 1.896,15 dengan kenaikan 0,89 persen atau 16,77 poin. Sepanjang perdagangan hari ini, Kospi bergerak fluktuatif dalam level 1.844,85-1.897,90.

Saham Daewoong Co. Ltd. yang melonjak 29,82 persen mencatat kenaikan terbesar, disusul saham SungShin Cement Co. Ltd. (+23,31 persen) dan Dong-Ah Geological Engineering Co. Ltd. (+18,32 persen).

Padahal, Kospi sempat melanjutkan pelemahannya setelah berakhir turun tajam 1 persen atau 18,98 poin ke level 1.879,38 pada perdagangan Selasa (21/4/2020) di tengah merebaknya kabar soal kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Seperti dilansir melalui Bloomberg, Senat Amerika Serikat meloloskan paket bantuan baru senilai US$484 miliar untuk mendukung bisnis menghadapi dampak ekonomi akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Legislasi yang diloloskan pada Selasa (21/4/2020) waktu setempat ini mencakup US$320 miliar untuk Paycheck Protection Program yang dirancang guna membantu usaha-usaha kecil berjuang mempertahankan para pekerja mereka.

Legislasi paket tersebut telah dikirimkan kembali ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS untuk persetujuan final pekan ini.

“Kita memiliki kemenangan yang besar bagi rakyat Amerika. Tapi kita tentu perlu berbuat lebih banyak,” tutur Ketua DPR Nancy Pelosi menyusul keputusan yang diambil Senat.

Legislasi tersebut dilancarkan menyusul paket bantuan senilai US$2 triliun yang ditetapkan bulan lalu juga stimulus lain bernilai puluhan miliar dolar yang diloloskan sebagai respons untuk menghadapi Covid-19.

“Masih banyak yang dibutuhkan. Langkah ini hampir pasti tidak akan menjadi RUU nomor 1, 2, 3, seperti halnya pandemi ini tidak akan berlangsung selama hanya beberapa bulan,” ujar Troy Ludtka, seorang ekonom di Natixis.

“Anggota kongres dan pemerintah AS perlu terus mengalirkan uang untuk menghadapi masalah itu,” tambahnya.

Di Korea Selatan sendiri, pemerintah Negeri Ginseng dikabarkan tengah mempersiapkan anggaran tambahan ketiga dan dana senilai 40 triliun won (US$32,45 miliar) yang bertujuan membantu bisnis tetap bertahan melalui pandemi Covid-19.

Pemerintahan Presiden Moon Jae-in juga akan mengalirkan subsidi senilai 500.000 won selama tiga bulan bagi warga yang baru-baru ini kehilangan pekerjaan dari posisi sementara atau pekerjaan freelance, seperti dikutip dari Straits Times.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper