Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lagi-Lagi Wall Street Melemah, Minyak Mentah Anjlok Jadi Biang Kerok

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average terpantau melemah 1,74 persen ke level 23.237,89. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 1,52 persen ke level 2.780,25 dan indeks Nasdaq Composite turun 1,81 persen ke level 8.405,58.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 April 2020  |  21:37 WIB
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -  Babak baru aksi penghindaran risiko mencengkram bursa saham Amerika Serikat pada awal perdagangan Selasa (21/4/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average terpantau melemah 1,74 persen ke level 23.237,89. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 1,52 persen ke level 2.780,25 dan indeks Nasdaq Composite turun 1,81 persen ke level 8.405,58.

Investor ekuitas mengabaikan tanda-tanda bahwa Kongres segerak menyepakati RUU pengeluaran baru untuk memerangi dampak pandemi virus corona.

Penurunan bersejarah di pasar minyak mentah berlanjut, dengan WTI kontrak Juni merosot hingga 42 persen setelah kontrak Mei berakhir di bawah nol untuk pertama kalinya dalam sejarah. Padahal, WTI kontrak Juni masih stabil di level US$22 saat kontrak Mei anjlok.

Penurunan harga minyak mungkin menandakan pukulan terhadap ekonomi global akan jauh lebih buruk daripada yang diantisipasi oleh investor. Meskipun sejumlah negara di seluruh dunia mengambil langkah tentatif menuju pembukaan kembali perekonomian, tanda-tanda bahwa AS akan mendorong pengeluaran tidak banyak mengimbangi kekhawatiran baru mengenai resesi ekonmi.

Laporan keuangan emiten menambah tekanan di pasar. Penurunan laba yang dalam sering kali dibarengi dengan penurunan proyeksi perusahan selama sisa tahun ini dan tanda-tanda bahwa investasi akan turun.

Netflix, Texas Instruments, dan Chipotle berada di antara sejumlah perusahaan yang berencana merilis laporan keuangan pada Selasa.

 “Pasar tampaknya mengambil nafas setelah pemulihan yang cepat,” kata Candice Bangsund, manajer portofolio alokasi aset global di Fiera Capital Corp, seperti dikutip Bloomberg.

“Sebagian pergerakan pasar didorong oleh kejatuhan mendalam dan historis dalam harga minyak. Itu sebagian besar merupakan katalisator yang mengguncang sentimen pasar yang sudah rapuh," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as bursa global Harga Minyak
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top